Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai
 
 
+ INDEX BERITA

23:28 - 1.000 Hektare Lahan Konses...
11:05 - TPS Sanitary Renfil Tunggu...
12:11 - Program Disnaker Dumai Tek...
11:41 - Warga Nilai Tarif Parkir D...
09:39 - Gara-gara Macet, Siswa Jal...
10:40 - Bupati Pergoki Puluhan Ana...
09:48 - 3 Siswa Dumai Ikuti UN Sus...
11:38 - 346 KK Nelayan Dumai Terim...
06:53 - Ratusan Anak Kota Dumai Ik...
09:32 - Tugu Tapal Batas Dumai Dib...
10:06 - TKPK Tekan Kemiskinan di D...
11:09 - Kota Dumai akan Miliki Rum...
10:11 - Dumai Terima Penghargaan L...
10:24 - RSUD Dumai Layak Dapat Akr...
10:18 - Disdik Dumai Gelar Try Out...
11:19 - Satpol PP Amankan 16 Gepen...
15:52 - Ketua Kokarmar Mangkir Dip...
09:19 - Pusat Kucurkan Dana Rp2,3 ...
12:46 - Warga Diingatkan jangan Ba...
12:43 - Wako Dumai Bantah Resmikan...
 
Dinkes Temukan Takjil Mengandung Boraks
Senin, 06 Agustus 2012 - 18:48:18 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso
TERKAIT:
 
  • TPS Sanitary Renfil Tunggu Alat Kompossing
  • Program Disnaker Dumai Tekan Pengangguran
  • Bupati Pergoki Puluhan Anak Sekolah Main Game Online
  •  

    DUMAI-Dinas kesehatan Kota Dumai menemukan sejumlah jajanan berbuka puasa (takjil) yang mengandung zat berbahaya seperti boraks dan zat pewarna makanan. Namun sejauh ini petugas hanya bisa mengingatkan kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, dan tidak bisa mengadilinya.
     
    Petugas Dinas kesehatan kota Dumai menggelar razia di sejumlah titik pasar Ramadhan. Di lapangan petugas langsung mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium milik Dinas kesehatan Kota Dumai. Hasilnya petugas berhasil mengidentifikasi zat berbahaya pada makanan termasuk Boraks dan pewarna buatan.
     
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Marjoko Santoso kepada MRNetwork, Senin (6/8) membenarkan bahwa Dinkes telah melakukan identifikasi terhadap jajanan berbuka puasa yang dijual disejumlah pasar Ramadhan. ''Hasil pemeriksaan laboratorium , kita berhasil mengidentifikasi beberapa makanan berbuka (takjil) yang mengandung Boraks dan zat pewarna buatan, kedua zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, '' kata Marjoko.
     
    Diakui Marjoko bahwa Boraks dan zat pewarna buatan sangat berbahaya bagi kesehatan, namun pihaknya tidak dapat mengadili pelaku yang menjual makanan mengandung zat berbahaya tadi, bahkan Dinkes tidak dapat menyita makanan tersebut. ''Tugas kami sebatas mengingatkan para pedagang agar tidak menggunakan zat berbahaya karna berbahaya bagi kesehatan,'' papar Marjoko. (Bam)
     

    Komentar (0 Komentar)


    Isi Komentar :
    Nama :
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Karier
        © 2011-2013 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved