Hasil Monitoring Wako
Hari Pertama Pelaksanaan UN Berjalan Baik
Senin, 23 April 2012 - 18:53:21 WIB
DUMAI - Hasil monitoring yang dilakukan Walikota Dumai, H Khairul Anwar hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat di Kota Dumai berlangsung aman dan tertib. Dalam monitoring itu wako turut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Sya'ari.
Dihari pertama UN, Wako dan rombongan mengunjungi SMPN 2 yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Kasim lalu melanjutkan kunjungannya ke SMP N 4 dijalan Pemuda Kecamatan Dumai Barat dan MTsN di Kecamatan Dumai Selatan.
Saat mengunjungi UN, Walikota dan rombongan hanya memantau pelaksanaan UN dari luar gedung sekolah agar tidak menaggu konsentrasi peserta UN yangt tengah serius mengisi lembar jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dan pelaksanaan UN tingkat SMP sederajat ini bakal berlangsung selama empat hari, terhitung dari hari Senin (23/4).
UN tingkat SMP/Sederajat dikota Dumai diikuti 4.332 pelajar SMP/Sederajat sekota Dumai dari 49 sekolah tingkat SMP/Sederajat sekota Dumai. Peserta UN diawasi oleh 482 guru pengawas silang dengan memakai 241 ruangan dalam kapasitas satu ruang 20 peserta UN, dan terlihat seluruh peserta UN mengenakan pin bertuliskan 'Prestasi Yes Jujur Harus'
Walikota Dumai, H. Khairul Anwar berharap seluruh siswa peserta UN dapat menjawab soal yang diberikan, agar mendapatkan nilai terbaik. Selain itu Wako juga berharap, peserta UN harus menjunjung tinggi kejujuran, tidak boleh mencontek agar prestasi yang diperoleh benar-benar murni dengan nilai yang memuaskan."Sesuai motonya, Prestasi Yes, Jujur Harus,"katanya
Dari pantauan yang dilakukan, menurut Walikota, tidak ada hambatan yang berarti pada pelaksanaan UN hari pertama ini dan semuanya berjalan lancar dibawah pengawasan petugas pengawas UN. "Kita sudah lihat sama-sama bagaimana UN ini berlangsung. Pengawasan UN kali ini cukup ketat, jadi tidak mungkin peserta UN melakukan kecurangan untuk mendapatkan jawaban UN,"paparnya
Kepala Dinas Pendidikan kota Dumai, Drs Sya'ari menjelaskan bahwa di beberapa sekolah sempat terjadi kekurangan soal ujian, namun semuanya dapat diatasi dengan baik."Ya, seperti di SMPN2 sempat terjadi kekurangan soal ujian, namun demikian semuanya dapat diatasi dengan baik dengan cara memfotokopi lembar soal UN dibawah pengawalan Polisi dan diawasi pemantau Independen UN sehingga pada awal pelaksanaan UN ini semuanya dapat mengikuti ujian bahasa Indonesia,"jelas Sya'ari.(Bam)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :