Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

16:19 - Saat Pelantikan Presiden, ...
17:04 - Pertamina Latih Masyarakat...
18:10 - Kebocoran pada Steam Coil ...
15:29 - Kilang Pertamina Dumai Dis...
14:36 - PT Ivo Mas Tunggal Investi...
18:15 - Tinjau Kawasan Arboretum G...
14:35 - Minyak CPO PT Ivo Mas Tung...
18:27 - Luncurkan Program Bulan En...
17:07 - Kepala BRG Tinjau Budidaya...
12:00 - Puluhan LC Cantik di Dumai...
16:15 - Sempena HUT ke-74 TNI, Dan...
15:01 - Pendaftaran CPNS Segera Di...
18:58 - Dihadiri Wawako, Bea Cukai...
18:03 - Peringati Hari Habibat se-...
13:23 - HUT ke-74, TNI Dapat Kejut...
17:45 - Palm Stearin PT IBP Dumai ...
12:26 - Palm Stearin Milik PT IBP ...
16:21 - BKP Dumai Musnahkan 13,5 T...
17:26 - Walikota Dumai Hadiri Peng...
16:36 - Ratusan Massa dari GMPM Mi...
 
Didampingi Walikota
Kepala BRG Tinjau Budidaya Lebah Kelulud Kelompok Tani Hutan Maju Lestari di Dumai
Rabu, 09/10/2019 - 17:07:35 WIB
 Kepala BRG Nazir Foead didampingi Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi memantau lokasi budidaya lebah kelulud yang dipusatkan di hutan wisata sungai Dumai, Rabu (9/10/2019).
Kepala BRG Nazir Foead didampingi Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi memantau lokasi budidaya lebah kelulud yang dipusatkan di hutan wisata sungai Dumai, Rabu (9/10/2019).
TERKAIT:

DUMAI - Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead didampingi Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi memantau lokasi budidaya lebah kelulud yang dipusatkan di hutan wisata sungai Dumai, Rabu (9/10/2019).

Budidaya lebah kelulud dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Maju Lestari. Untuk Kota Dumai tahun ini BRG menyalurkan bantuan Rp 200 juta, Rp 100 juta untuk budidaya lebah kelulud, dan Rp 100 juta untuk budidaya tanaman buah bebas sumber anggaran APBN 2019.

Saat meninjau budidaya lebah kelulud di hutan wisata sungai Dumai, Kepala BRG Nazir Foead mengatakan, program revitalisasi ekonomi menjadi program yang akan terus didorong sepanjang 2019 ini.

Hal ini dikarenakan berdampak luas dengan perbaikan gambut sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Dari rapat kabinet yang dipimpin presiden, diprioritaskan membantu masyarakat. Dalam rapat itu, salah satu pembahasannya yakni tidak boleh membuka lahan dengan bakar dan kita (BRG) harus bantu. Kita tindaklanjuti dengan program revitalisasi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di area lahan gambut," tambahnya.

Dalam kunjungannya, Nazir Foead menerangkan, budidaya lebah kelulud binaan BRG sudah dikembangkan sejak 2018 yang dikelola Kelompok Tani Hutan Maju Lestari di hutan wisata sungai Dumai.

"Tidak hanya itu, BRG juga membantu kelompok tani budidaya nenas," tambahnya.

Lahan yang digunakan untuk budidaya lebah kelulud dan perkebunan nenas mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya meningkatkan ekonomi, juga nihilnya kebakaran di lahan gambut.

Program tersebut juga untuk membantu pemerintah dalam mengatasi kebakaran gambut yang dapat menyebabkan bencana kabut asap. Lahan yang semula menjadi langganan kebakaran melalui program revitalisasi ekonomi ini dapat terjaga dengan baik.

Dapat kita lihat, sampai sekarang lahan gambut dibawah pengelolaan BRG tidak terjadi lagi kebakaran, dan justru masyarakat  terbantu dari sisi ekonomi dengan program ini.

Terakhir, Nazir Foead mengatakan bahwa BRG akan terus mendorong program revitalisasi ekonomi.

Sementara Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi menyampaikan bahwa Pemko Dumai mendukung program revitalisasi ekonomi masyarakat yang tinggal dikawasan lahan gambut.

"Pemko Dumai mendukung program tersebut. Selain untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," kata walikota.

Program tersebut dipilih karena kita melihat potensi budidaya lebah madu sangat menjanjikan.

Selain perkebunan nenas, BRG membantu budidaya lebah kelulud semoga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Lebih lanjut walikota berharap, Kelompok Tani Hutan Maju Lestari memanfaatkan bantuan dari BRG dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan usaha budidaya lebah kelulud dan serius melakukannya agar hasilnya maksimal.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Hutan Maju Lestari Binsar mengatakan budidaya lebah kelulud sudah ditekuninya sejak 2018.

"Kami sudah menekuni budidaya lebah kelulud sejak 208. Anggita kami berjumlah 15 orang," kata Binsar.

Kelompoknya sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi ekonomi masyarakat yang tinggal dikawasan lahan gambut dari BRG.

"Melalui program tersebut kami mendapat bantuan Rp 100 juta untuk budidaya lebah kelulud. Yang dilakukan BRG ini dapat meningkatkan perekonomian kami," katanya.

Menurut Binsar, lebah kelulud mampu menghasilkan madu yang nilai jualnya sangat tinggi. Madu kelulud dijual Rp 400.000/Liter.

"Tiga bulan sudah panen, perbulannya bisa dapat 400 hingga 500 mililiter per kotak kita punya sekitar 60 kotak. Perbulannya kita targetkan 600 mililiter," terangnya.

Terakhir Binsar mengucapkan  terimakasih kepada BKSDA dan BRG yang telah melakukan pembinaan dan pendampingan sampai usaha ini benar-benar berhasil untuk meningkatkan ekonomi dan menjaga lahan gambut agar terhindar dari kebakaran.

Penulis : Bambang
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Perhatian, saat Daftar CPNS Berkas Ini Sering Jadi Masalah yang Bisa Menghambat
  • Dua Hari Pencarian, Jenazah Winda yang Terjatuh di Perairan Inhil Akhirnya Ditemukan
  • Diumumkan Malam Ini atau Besok, Seperti Apa Komposisi Kabinet Baru Jokowi?
  • Siang Ini MPR Akan Lantik Jokowi-Ma'ruf, 31 Ribu Personel TNI-Polri Disiagakan
  • Promo Akhir Tahun di Bintang Property, Beli Rumah Dapat Potongan Harga Fantastis
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved