Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

19:50 - Danrem 031 WB Pimpin Apel ...
21:11 - Diguyur Hujan Deras, Hotsp...
19:30 - Lagi, Pesawat Wings Air Tu...
18:23 - Pesawat Wings Air Gagal Me...
15:01 - 168,75 Hektar Lahan di Dum...
13:52 - Lokasi Kebakaran Jauh Dala...
11:47 - Kebakaran Meluas, Kalaksa ...
09:38 - Kabut Asap Pekat Selimuti ...
21:33 - Dibuka Walikota, DPMPTSP D...
18:09 - Zulkifli AS Pimpin Upacara...
17:28 - Peringati HUT ke-69, Satpo...
14:28 - Tim Penilai Internal Mabes...
17:46 - KPU Dumai Belum Terima For...
16:26 - Karantina Dumai Musnahkan ...
15:09 - Panglima TNI dan Kapolri T...
20:09 - Pertamina RU II Gelar Pert...
17:13 - Pertamina RU II Dumai Beri...
12:46 - Diguyur Hujan Deras, Kabut...
18:09 - Ini Tanggapan PT CPI Terka...
16:24 - Kapolda Riau Didampingi Da...
 
Karantina Dumai Musnahkan 6,9 Ton Bawang Ilegal asal Malaysia
Kamis, 14/03/2019 - 16:26:43 WIB
Bawang Merah ilegal yang dimusnahkan.
Bawang Merah ilegal yang dimusnahkan.
TERKAIT:

DUMAI - Sebagai upaya melindungi negeri dari masuknya organisme pengganggu tumbuhan serta bahan pangan yang belum terjamin keamanannya, Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai melakukan pemusnahan terhadap 6,9 ton Bawang Merah dan Jahe ilegal asal Malaysia.

Bawang dan jahe yang dimusnahkan karena tidak dilengkapi Sertifikat Kesehatan dari negara asal, tidak dilaporkan kepada petugas karantina dan tidak melalui tempat pemasukan yang ditetapkan sehingga melanggar Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Karantina Pekanbaru, Ferdi, SP MSi didampingi Kepala Karantina Dumai Surya Dharma melakukan pemusnahan di Aula kantor Karantina Dumai Kamis (14/3/2019).

Hadir pada kesempatan itu perwakilan Lanal Dumai, Polres, Kejaksaan Negeri Dumai, Bea Cukai dan Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai.

Menurut Ferdi, berdasarkan Permentan No 43 Tahun 2014 tempat pemasukan Bawang Merah hanya dapat dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Pelabuhan Laut Hatta Makassar.

Selain itu, pemasukan Bawang Merah tersebut tidak memenuhi ketentuan dalam Permentan No 55 Tahun 2016 tentang pangan segar asal tumbuhan karena tidak dilengkapi Sertifikat Hasil Uji Keamanan Pangan (Certificate of Analysis) dan Sertifikat Keterangan Asal (Prior Notice) dari Malaysia.

Berdasarkan label yang tertera pada kemasan, Bawang Merah tersebut berasal dari India yang kemudian dibawa ke Indonesia melalui Malaysia. Menurut Permentan No 31 Tahun 2018, jenis organisme pengganggu tumbuhan yang berpotensi terbawa oleh Bawang Merah
asal India antara lain serangga Delia Platura, Nematoda Pratylenchus Cendawan (jamur) Cercospora Duddiae dan Bakteri Pectobacterium.

Keempat jenis organisme tersebut belum ada di Indonesia sehingga perlu dicegah demi melindungi petani dan tanaman lokal.

Selain itu Bawang Merah yang tidak dilengkapi dengan sertifikat hasil uji keamanan pangan berpotensi mengandung cemaran kimia berupa senyawa Dimethenamid-P Ametoctradin, Maleic Hydrazide, logam berat Kadmium dan Timbal yang berbahaya bagi kesehatan manusia karena komoditas yang masuk secara ilegal tidak dilakukan pengujian laboratorium terlebih dahulu di negara asal.

Kedua komoditas tersebut merupakan hasil tangkapan TNI AL Dumai pada 4 Februari lalu di Perairan Sungai Kembung, Kabupaten Bengkalis, Perkaranya saat ini sedang dilakukan proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Karantina dan telah memasuki tahap yaitu penyerahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum.

Nahkoda kapal berinisial M sebagai tersangka dalam kasus ini terancam dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda sebanyak Rp 150 juta. Pihak Karantina juga sudah melayangkan surat pemanggilan kepada HP penerima barang di Bengkalis.

"Penindakan terhadap kasus ini merupakan hasil kerjasama yang baik antara TNI AL Dumai dengan Karantina, yang merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Badan Karantina Pertanian dengan TNI AL ditingkat pusat," tutup Ferdi.

Penulia : Bambang
Editor : Fauzia




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pembatasan Siaran TV Kabel, GO Nilai Ada Praktik Kotor
  • Perkantoran Walikota Tenayan Raya Sudah Mulai Digunakan
  • Kursi Wabup Rohul Masih Kosong, Ini Penyebabnya
  • Danrem 031 WB Pimpin Apel Gelar Pasukan PAM VVIP Presiden Jokowi di Dumai
  • Camat Rangsang Pesisir Ingatkan Warganya untuk Tidak Main Api
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved