Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

17:27 - Duh, Korban Banjir di Duma...
14:40 - Capaian Masih Rendah, Pemk...
13:00 - Anak-anak Korban Banjir, T...
10:30 - Sekda Dumai Tinjau Korban ...
19:05 - Banjir Meluas, Ratusan War...
18:53 - Fenomena Pusaran Angin Put...
10:48 - Banjir se-Lutut, Pasar JM ...
17:15 - Puluhan Warga Dumai Mengun...
17:30 - Air Sungai Meluap, Dua Kel...
17:17 - Antisipasi Banjir Lagi, Wa...
18:23 - Sekda Sebut Pintu Air dan ...
11:26 - Banjir di Dumai Makin Para...
18:06 - Sekda Ajak Warga Dumai Suk...
13:08 - Banjir akibat Hujan Deras ...
09:06 - Hujan Deras, RSUD Kota Dum...
18:50 - Bantu Korban Gempa Palu da...
18:07 - Pemerintah Himbau Harga Ju...
13:30 - Perpani Dumai Ikuti Kejurp...
12:38 - Walikota Dumai Lantik 215 ...
18:18 - Besok, Pendaftaran Dumai R...
 
Tuntut Batalkan Eksekusi Lahan, Ratusan Warga Bumi Ayu Demo di Depan Kantor PN Dumai
Selasa, 18/09/2018 - 18:22:12 WIB
Ratusan warga RT 13, 14, 15 dan RT 16 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan menuntut pembatalan eksekusi lahan.
Ratusan warga RT 13, 14, 15 dan RT 16 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan menuntut pembatalan eksekusi lahan.
TERKAIT:

DUMAI - Ratusan warga RT 13, 14, 15 dan RT 16 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan menuntut pembatalan eksekusi lahan dengan cara melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Dumai, Selasa (18/9/2018).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan persengketaan tanah antara masyarakat Bumi Ayu dan Barita Simbolon.

Mereka mempertanyakan putusan pengadilan yang memenangkan Barita Simbolon atas 13 hektar lahan yang ditempati oleh masyarakat di RT 13, 14, 15 dan RT 16 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Selatan.

Keputusan pengadilan yang memenangkan Barita Simbolon juga dipertanyakan oleh warga karena posisi tanah yang disengketakan tersebut merupakan salah satu kawasan konsesi tanah pemerintah yang hak pengelolaannya diberikan kepada PT Chevron.

"Kami semua masyarakat siap angkat kaki kalau memang putusan pengadilan memenangkan pihak Chevron karena kami tahu tanah yang kami tempati merupakan tanah sengketa milik negara yang hak pengelolaannya berada di tangan PT Chevron dan Pertamina, bukan dimiliki oleh perorangan seperti Barita Simbolon," kata salah seorang orator demo di depan Kantor Pengadilan Negeri Dumai.

Panitera Pengadilan Kelas I A Dumai kepada wartawan mengatakan perkara sengketa lahan itu telah bergulir sejak tahun 1994 antara Barita Simbolon dan Dja'far selaku penggugat dan 30 masyarakat selaku tergugat yang saling mengklaim lahan tersebut, bahkan, PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) ikut membantah atas gugatan.

"Hari ini rencananya kita akan melakukan rapat koordinasi sita eksekusi lahan yang dimenangkan oleh Barita Simbolon, karena masyarakat tau jadi mereka datang kesini dan kita menunda rapat koordinasi," terangnya.

Pantauan di lapangan, masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa juga memaksa perwakilan Kecamatan dan pihak Kelurahan Bumi Ayu yang rencananya akan mengikuti rapat sita eksekusi meninggalkan Pengadilan. 

Penulis: Bambang
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ini Faktanya tentang Viral Ibu dan Bayi yang Selamat Usai Terkubur di Palu
  • Pemerintah Kembali Jalin Kerja Sama dengan Cina, Kali Ini Kelola SDA
  • Warga Geger dengan Temuan Kerangka Manusia yang Duduk Bertapa
  • Capella Edukasi Berkendara Murid SMK Bangko
  • Naik 8,03 Persen, UMK Meranti 2019 Diprediksi Rp2.749.909
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved