Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
 
+ INDEX BERITA

13:30 - PKL di Siak Minta Pemkab B...
13:07 - DPRD Siak Sarankan Pemkab ...
10:23 - DPRD Siak Desak Perbaikan ...
16:20 - Fraksi Golkar Pertanyakan ...
20:52 - DPRD Terima LKPj Pemkab Si...
15:48 - Fraksi DKPS DPRD Siak Tang...
16:51 - Pansus C DPRD Siak Gelar R...
18:16 - DPRD Siak Bentuk Tiga Pans...
17:35 - Kondisi Bangunan DPRD Siak...
13:32 - DPRD Siak Minta Dispendagr...
12:40 - Pedagang Protes Pembagian ...
10:57 - Masyarakat Teluk Batil Per...
22:12 - DPRD Siak Desak PT Arara A...
20:23 - Beberapa Perusahaan di Sia...
09:15 - Hearing dengan Pemkab, DPR...
14:25 - Soal Limbah dan IMB, DPRD ...
12:13 - Dewan Dorong Pemkab Siak L...
10:12 - Inilah Nama-nama yang Dudu...
18:35 - Dewan Janji Tindak Tegas P...
18:55 - Pansus C DPRD Siak Rekom 2...
 
Pemasok Rotan Ditangkap
Pengrajin Tualang Kesulitan Bahan Baku
Sabtu, 20/10/2012 - 09:40:58 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:

PERAWANG-Pengrajin rotan di Desa Tualang Kecamatan Tualang Perawang, kehabisan stok bahan baku, paska peristiwa penangkapan rotan yang dilakukan jajaran Kepolisian Resort Siak beberapa waktu lalu. Hal itu berdampak terhadap ancaman tutupnya usaha kerajinan di Kecamatan Tualang.

Ketua Kelompok Pengrajin Usaha Keranjang Surya Alizar kepada MRNetwork, Jumat (20/10), menyebutkan sejak kejadian penangkapan warga Sungai Mandau yang membawa rotan di Sungai Siak, pasokan bahan baku rotan ke Usaha Keranjang Surya mandeg total. Padahal dalam satu bulan biasanya dipasok sekitar 3.000 batang rotan.

"Sejak kejadian penangkapan warga yang biasa memasok rotan untuk usaha kerjinan kita memang kami kehabisan stok. Dan beberapa waktu lalu kita mengadukan hal ini ke anggota DPRD Siak membicarakan masa depan usaha kerajinan kami ini," ujar Alizar.

Menyikapi keluhan para pengrajin, anggota DPRD Siak Lilik Rahayu yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Siak, menyebutkan telah mengkomunikasikan hal tersebut ke Pemkab Siak melalui dinas terkait yang membina kerajinan tangan masyarakat melalui kelompok masyarakat tersebut. Bahkan ke jajaran kepolisian juga sudah dikomunikasikan bahwa rotan yang digunakan masyarakat merupakan rotan karet, bukan rotan hutan kawasan.

Apalagi, jika rotan-rotan yang tumbuh liar tersebut tidak diambiil dan dimanfaatkan masyarakat, juga akan habis tak menentu. Karena cukup banyak penggarapan hutan dan lahan, yang pada akhirnya memusnahkan kekayaan alam potensial tersebut dan hanya dibakar jadi abu.

"Pertimbangan inilah yang kita harapkan pula terhadap dua warga yang saat ini harus menjalani proses hukum di Polres Siak terhadap Kasus Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut) yang melibatkan 2 orang warga Sungai Mandau JL dan AM.

"Apa yang dilakukan 2 orang warga tersebut, bukanlah mencuri atau untuk memperkaya diri, namun hanya sumber penghidupan demi sesuap nasi untuk keluarga mereka yang telah dijalani turun temurun," tutur Lilik. (Yen)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Jumlah DPS Kabupaten Inhu 274.565 Pemilih
  • Usulkan Dana DSP, Sekdaprov dan Kepala BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Inhil
  • Warga Kesalkan PLN Rayon Tembilahan Tidak Menata Kabel dengan Baik
  • Sekdakab Inhil Hadiri Halal Bi Halal dan Deklarasi Milad Kecamatan GAS
  • Jalur Sumbar-Riau Macet, Payakumbuh-Bukittinggi Empat Jam Lebih
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved