BREAKING NEWS :
Pagi Ini Rupiah Dibuka Menguat Tipis
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Rapat Hearing Komisi III DPRD Kota Pekanbaru dengan Dinas Tenaga Kerja
Jumat, 06/01/2017 - 19:18:02 WIB
Guna memastikan data Tenaga Kerja Asing (TKA) Yang tersebar dibeberapa titik di Kota Pekanbaru, Komisi III DPRD Kota Pekanbaru mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru pada Jumat (6/1/2017)

Dari Rapat Dengar Pendapat Ini, Diketahui, dari 97 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terdata dan masuk ke Pekanbaru, ada TKA asing ilegal yang bekerja di PLTU Tenayan Raya tidak terdaftar alias ilegal dan diduga tidak melapor ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru.

Laporan terkait Tenaga Kerja Asing ini langsung disampaikan oleh Disnaker Pekanbaru kepada Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Nofrizal MM dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Dari laporan yang diterima oleh Komisi III, Nofrizal mengatakan,  97 orang tenaga asing tersebut, banyak berasal dari tenaga kerja Amerika Serikat dengan jumlah 41 orang yang bekerja di perusahaan minyak Chevron.

Bahkan Nofrizal juga mengatakan. Dari 97 TKA asing itu, dia menyebutkan banyak TKA yang tidak terdata dan tidak melapor ke Disnaker. Dan TKA itu umumnya bekerja di PLTU Tenayan Raya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Ir Nofrizal MM memimpin jalannya RDP dengan Disnaker Kota Pekanbaru

"Kita dapat laporan masyarakat ada tenaga kerja asing yang tidak melapor ke disnaker yang bekerja di PLTU Tenayan Raya. Tentunya kita tidak bisa mengenyampingkan tenaga asing yang bekerja disini," paparnya.

Untuk itu, Pihaknya di komisi III berharap semua instansi yang berwenang tetap melakukan pengawasan terhadap masuknya warga negara asing yang bekerja di Kota Pekanbaru. Apalagi, Perda tentang tenaga asing belum disahkan. Untuk itu, mau tidak mau pihak terkait perlu melakukan pengawasan ketat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan diskusi rapat mengenai RDP terkait RDP.

"Tidak menutup kemungkinan ada juga warga negara asing yang datang ke Indonesia dengan menggunakan visa pelancong tetapi setelah mereka sampai di Indonesia, mereka bisa bekerja menjual diri tanpa memiliki izin IMTA,"

Sementara itu, Kepala Disnaker Kita Pekanbaru Johnny Sarikoen menegaskan, bila ada diketahui suatu perusahaan memiliki tenaga kerja asing yang tidak melaporkan tenaga kerja mereka, maka itu dapat dideportasi dan tentu saja merugikan perusahaan.

Namun disatu sisi, Johnny mengaku pihaknya di Disnaker merasa kesulitan untuk bekerja karena laporan yang masuk kurang akurat.

"Kita sulit bekerja, karena laporan-laporan yang diterima tidak tepat. Tapi kalau ada data awal dari pihak perusahaan, baru kita bisa melakukan pemanggilan dan mendatangi perusahaan untuk melihat kebenaran dokumen tentang tenaga asing. Kita proses, kalau terbukti penyalahgunaan jabatan tentu akan diberikan sangsi,"


Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru mendengar dan menyimak penyampaian RDP terkait TKA oleh Disnaker.

Menerut Data yang Dimiliki Disnaker hingga Desember 2016 lalu, Johnny mengatakan TKA yang melapor ke Disnaker angkanya fluktuatif. Dimana sesuai jangka waktunya, setiap perusahaan memiliki jabatan yang tidak sama. Berakhirnya pun berbeda.


Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Disnaker Kota Pekanbaru terkait TKA.


Komisi III meminta penjelasan pendataan kepada Disnaker Kota Pekanbaru untuk jumlah TKA di Pekanbaru.

Adapun data yang dimiliki yakni, TKA yang berasal dari negara America Serikat sebanyak 41 orang, Australia 6 orang, Austria 1 orang, Barbos 1 orang, China 8 orang, Jepang 2 orang, Jerman 2 orang, Kanada 2 orang, Korea Selatan 8 orang, Malaysia 2 orang, Selandia Baru 2 orang, Philipina 1 orang, Singapura 2 orang, Thailand 2 oran g, Taiwan 2 orang, Venezuela 1 orang dan Vietnam 1 orang.

"Dari 97 tenaga asing tersebut, 88 orang mempunyai wilayah kerja lebih dari satu dan 9 orang". (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)


 
Berita Lainnya :
  • Pagi Ini Rupiah Dibuka Menguat Tipis
  • Alfedri Harapkan MTQ Bukan Hanya Kegiatan Seremonial
  • Jalan Purwodadi Ujung seperti Kubangan Kerbau, Warga Mengeluh
  • Buruan Update!! Kini Ada Ikon "Jempol ke Bawah" di Facebook Messenger
  • Isu Penculikan Anak Marak, Masyarakat Rohul Diminta Waspada
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Agro Wisata SCW Sedia Aneka Bibit
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved