Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

19:26 - Kokoh di Puncak, Ketua DPR...
23:27 - APBD Perubahan Bengkalis D...
21:03 - “Jangan Pernah Melupakan...
14:47 - APBD Bengkalis Terancam De...
16:20 - 7 Fraksi DPRD Bengkalis Sa...
11:50 - Atlet Berprestasi Harus da...
09:45 - Abdul Kadir: Pengesahan AP...
16:04 - Abdul Kadir Pimpin Rapat L...
13:15 - Lantik Nanang Harianto, In...
18:34 - Alat Kelengkapan DPRD Beng...
11:06 - Dilantik Sebagai Ketua DPR...
18:01 - Dilantik sebagai Ketua DPR...
15:57 - Abdul Kadir Resmi Nahkodai...
11:26 - Senin, Abdul Kadir Dilanti...
15:30 - Proyek MY Duri-Pakning Tan...
21:02 - Kualitas Buruk, Warga Rup...
15:28 - Soal Paket Multiyears 2018...
19:17 - Sidang Paripurna, Abdul Ka...
17:56 - Firman Resmi Jadi Anggota ...
17:08 - Syahrial : Kabag Hukum Seb...
 
Dari Hearing Komisi I Soal Database
75 Persen Honorer Tak Terdata di Amprah Gaji
Rabu, 11/04/2012 - 18:32:38 WIB
TERKAIT:

BENGKALIS - Sekitar 75 persen tenaga honorer yang tidak lolos untuk diangkat sebagai CPNS berdasarkan hasil verifikasi dari BKN, disebabkan karena nama honorer terkait tidak tercantum dalam daftar amprah gaji. Hal ini terjadi karena terjadi pergantian honorer yang tidak dilaporkan secara resmi ke Dinas Pendidikan.

"Ini merupakan penyebab terbanyak, jumlahnya sekitar 75 persen dari honorer yang namanya tidak lolos verifikasi," ujar Ketua Komisi I DPRD Bengkalis, Hj Mira Roza.

Dikatakan, hearing yang digelar secara tertutup itu dihadiri langsung oleh Kepala BKD kabupaten Bengkalis Eri Nasrizal bersama Kabid Analisis Kebutuhan dan Pengadaan Pegawai H Nor Alamsyah. Kemudian turut hadir juga Kepala Dinas Pendidikan H Herman Sani bersama Kabid Ketenagaan Syahruddin, serta dari Inspektorat yang dihadiri oleh Sekretaris Hendrik.

"Hearing sengaja kita gelar secara tertutup agar mereka ini bisa lebih leluasa menjelaskan tentang persoalan tenaga honor katagori I yang tidak lolos untuk diangkat sebagai CPNS,"ujar Mira memberi alasan soal hearing secara tertutup itu.

Dikatakan, berdasarkan keterangan dari Dinas Pendidikan, tidak adanya nama honorer dalam daftar amprah gaji akibat dari proses pergantian guru yang tidak dilakukan secara resmi. Mira mencontohkan, ada guru honor di suatu sekolah yang sudah lulus CPNS. Kemudian, posisinya digantikan oleh orang lain tapi proses pergantian ini tidak dilaporkan secara resmi ke Dinas Pendidikan. Sehingga, dalam amprah gaji, yang tercatat masih nama guru lama.

"Terhadap persoalan ini, kita melihat kesalahan terjadi pada kedua belah pihak. Di satu sisi pihak sekolah tidak melaporkan ke Dinas Pendidikan. Namun disisi lain, Dinas Pendidikan tidak melakukan update database guru honor," kata Mira.

Selain itu, penyebab lainnya adalah usia honorer yang sudah melebihi 46 tahun terhitung per 31 Januari 2006. Kemudian ada kesalahan penulisan data yang tidak sesuai antara di dokumen persyaratan seperti ijazah dengan SK. Penyebab lainnya, terjadi perbedaan jabatan antara jabatan honorer terkait antara di SK dengan tugas yang sebenarnya.(Zul)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pelantikan 6 Kades Gaung, Bupati Inhil Berpesan Fokus Jalankan Amanah Pembangunan
  • Permohonan RAPP Terkait SK 5322 kepada PTUN Agar Semua Pihak Dapatkan Kepastian Hukum
  • Pemkab Tandatangani MOU, Siak Dinobatkan Sebagai Kota Pusaka oleh Kementerian PUPR RI
  • Hampir 50 Persen Kafilah Bengkalis Masuk Final MTQ Riau
  • Buruan! Agung Toyota Harapan Raya Gratiskan Pemeriksaan Shock Absorbre
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved