Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

21:36 - Camat Bukit Batu Lepas Paw...
15:38 - Agenda Tahunan, FWBS Sant...
15:02 - Festival Malam 27 Ramadan,...
22:25 - Laka lantas di Desa Api-ap...
14:13 - Layani Arus Mudik dan Bali...
15:31 - Antisipasi Meningkatnya Ar...
16:44 - Sidang Dugaan Politik Uang...
23:09 - Sidang Dugaan Politik Uang...
20:16 - Bupati Amril : Di Bulan Ra...
15:15 - OPD Diresahkan Ulah Oknum ...
22:21 - Terkait Putusan Sela, PH ...
21:10 - Hasil Putusan Sela, Hakim...
16:47 - JPU Pastikan Dakwaan Nur A...
14:49 - Muncul Wacana Colok Dinyal...
21:34 - KPK Bawa Barang Bukti Hasi...
19:59 - KPK Temukan Rp1,9 Milliar ...
17:20 - Terkait Penggeledahan Rumd...
13:55 - KPK Geledah Rumah Dinas Bu...
10:52 - Kades Dompas Pimpin Upacar...
22:26 - Dakwaan JPU Dinilai Tak Pe...
 
Akibat Karlahut, Negara Mengalami Kerugian Sebesar Rp 212 Triliun
Rabu, 18/10/2017 - 15:32:17 WIB
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  Drs. M.R Karliansyah M.R (tengah)  didampingi GM Pertamina RU II Dumai Otto Gerentaka
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Drs. M.R Karliansyah M.R (tengah) didampingi GM Pertamina RU II Dumai Otto Gerentaka
TERKAIT:
 
 

BUKIT BATU - Akibat Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang terjadi hingga tahun 2015 yang lalu, negara melami kerugian sebesar Rp 212 Triliun dan sebanyak 540 ribu jiwa menderita sejumlah penyakit, selain itu dampak lain juga kepada aspek lingkungan dan lhidupan masyarakat.

"Kejadi Karlahut tahun 2015 di sejumlah daerah tidak boleh terulang kembali, Rp 212 Triliun negara mengalami kerugian dan 540 ribu jiwa menderita sakit diantaranya ISPA," ujar Dirjen Pengendalian Pencemaran dna Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Drs. M.R Karliansyah M.R , saat menghadiri acara Sarasehan Bersama Mitra Binaan dan Stakeholder di Telaga Suri Perdana Pertamina RU II Sei Pakning, Rabu (18/10/2107).

Untuk itu kata Karliansyah pemerintah dalam menangani Karlahut ini sudah menerpakan berbagai strategi, diantaranya penguatan sistem dengan peringatan dini, berbasis informasi, sistem manajemen resiko manajemen dengan memanfaatkan lahan terbakar, sistem tata kelola ekosistem dan sistem parsitasi lapangan.

"Sistem pembinaan generasi lingkungan dilakukan dengan adanya berbagai kelompok dalam masyarakat peduli api, tanpa ada mereka sulit bagi kita untuk mengurangi karlahut," ujar Dirjen.

Selain itu penegakan hukum  dengan mengambil tindakan secata tegas kepada setiap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan. akan tetapi ada juga kepdulian dari perusahaan salah satunya pertamina dalam upaya terhadap penanganan kebakaran lahan dan hutan dengan memanfaat bekas lahan yang terbakar untuk dijadikan lahan budidaya tanaman nenas.

"Manfaat yang didapatkan dalam budidaya di lahan gambut luar biasa, salah satunya budidaya nenas, maka pilihlah tanaman yang pas untuk karakteristik lahan di setiap wikayah gambut yang ada," pinta Karliansyah.

Penulis : Alfisnardo

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ganti Gubri, Ganti Presiden
  • Panwaslu Kota Pekanbaru Buka Posko Warung Pengawasan
  • Perampok Bergolok Sambangi Minimarket di Pekanbaru
  • Identitas Mayat Wanita Mengapung di Sungai Rumbai Masih Misteri
  • Milad ke - 53 Inhil, Pjs Bupati Sebut Tahun 2018 Menjadi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved