Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:54 - Bupati Bengkalis Resmikan ...
13:42 - Kabupaten Bengkalis harus ...
11:21 - Tim Ahli Jepang Observasi ...
13:41 - Laka Tunggal di Siak Kecil...
12:58 - Tim Dosen Teknik Perkapala...
11:07 - Bupati Amril: Keterbatasan...
09:23 - Pengurus PMI Periode 2017 ...
22:37 - Besok Pagi, PGRI Bukit Bat...
15:01 - Pemkab Bengkalis Dukung Pe...
15:11 - Jalan Lingkar Pulau Bengka...
12:04 - Terkait Polemik Koperasi B...
16:17 - Menurun dari APBD Perubaha...
13:39 - Lepas 11 Jamah Umroh, Ini ...
13:32 - Sekda Bengkalis Serahkan P...
14:28 - Pencanangan Germas Bengkal...
15:21 - Juara Umum Porprov Riau, B...
12:25 - Juara Umum Dua Kali, Bengk...
10:41 - Bengkalis Miliki Website P...
23:37 - 12 Cabor Capai Target yang...
22:40 - Kunci Emas ke 86, Tim Voli...
 
Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum 7 Fraksi DPRD Bengkalis
Selasa, 17/10/2017 - 21:09:09 WIB
Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir didampingi wakil ketua Indra Gunawan  dan Pkt Sekda sat memimpin sidang paripurna
Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir didampingi wakil ketua Indra Gunawan dan Pkt Sekda sat memimpin sidang paripurna
TERKAIT:

BENGKALIS - Melalui sidang paripurna yang di pimpin langsung Ketua DPRD Bengkalis Abdul Kadir, Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang diwakil Plt Sekda H. Arianto menjawab pandangan umum dari 7 Fraksi DPRD Bengkalis terhadap penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Pertauran Daerah (Ranpareda) tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Bengkalis tahun 2017, Selasa (17/10/2017) sore.

Pandangan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra Garud Yaksa, Fraksi PKS, Fraksi Gabungan Negeri Junjungan dan Fraksi Demokrat.

Terhadap pandangan umum dari Fraksi PAN yang disampaikan juru bicara H. Zam- zami, Plt Sekda mengegaskan sangat sependapat dari pemikiran Fraksi PAN, agar perlunya penyeimbangan antara belanja dan pendapatan karena memakai sistem anggaran berimbang, dengan tetap mengedepankan aspek rasionalitas dan mempertimbangkan pemetaan wilayah.

"Berbagai upaya telah kita lakukan dalam melakukan efesiensi belanja atas terjadinya penurunan pendapatan belanja daerah," kata Sekda.

Sekda juga sangat sependapat terhadap pandangan dan saran dari Fraksi Golkar yang disampaikan juru bicara H.Asmara , agar pemerintah melakukan penuntasan kegiatan secara berkesinambungan untuk tahun 2016-2017. Untuk iti Mekanisme perubahan APBD menjadi media dalam mengurangi ketidak pastian atas beberapa kondisi yang terjadi dan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan.

"Saran agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengurangi ketergantungan pad aDBH kami sangat sependapat, dan langkah langkah untuk itu terus dilakukan secara teknis di Badan Pendapatan Daerah," jelas Sekda.

Sedangkan pandangan umum yang dibacakan juru bicara Fraksi PKS H. Jasmi terhadap langkah dalam melakukan rasionalisasi pada APBD tahun ini menurut Arianto bahwa prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat akan selalu menjadi prioritas pertimbangan utama melalui anggaran setiap tahunnya.

"Perhatian Pemkab Bengkalis terhadap tenaga honorer sangat besar dan telah menjadi salah satu prioritas dalam alokasi anggaran," ungkap Sekda.

Selain itu pandangan umum yang disampaikan Fraksi PDIP yang dibacakan juru bicaranya Febriza Luwu, ditanggapi Sekda bahwa secara umum upaya untuk melakukan efisisensi dan rasionalisasi anggaran telah diupayakan dan juga sudah melaksanakan apa yang menjadi konsern Fraksi PDIP termasuk menerapkan Reward and Punishmend.

"Terhadap usulan untuk membentuk tim khusus alam rangka menarik pembiayaan APBN ke Bengkalis akan menjadi perhatian dan pertimbangan dari Pemkab Bengkalis," tegas Sekda.

Pandangan umum lainnya yang disampaikan Sukaddi juru bicara Fraksi Demokrat, Sekda sangat setuju agar penganggaran melihat aspek efisiensi dan efektifitas  serta memperhatikan alur dan mekanisme yang telah diatur oleh perundang-undangan.

"Terkait nilai APBD murni yang dirasionalisasi secara rinci telah termaktub kedalam rincian ranperda perubahan APBD tahun 2017," kata Sekda.

Sedangkan Fraksi Gerindra Garuda Yaksa dalam pandangan umumnya yang dibacakan Lamhot Nainggolan, Sekda sangat menghargai masukan terkait waktu pelaksanaan yang relatif singkat maka seleksi terhadap kegiatan harus dapat diselesaikan secara tepat waktu dan tepat mutu.

"Penambahan anggaran yang terjadi pada OPD merupakan hasil pembahasan yang komperhensif dengan pertimbangan yang sudah sangat matang," kata Sekda.

Untuk pandangan umum dari Fraksi Gabungan Negeri Junjungan yang dibacakan oleh juru bicara Firman mengenai menggali potensi PAD khusus di sekor distribusi, Sekda juga sependapat karena kedepan potensi objek yang menhasilkan retribusi akan dioptimalkan.

"Menggali potensi sumber retribusi yang diperbolehkan oleh Undang-undang, Bapenda telah menelaah peraturan daerah dan akan segera mengusulkan perubahannya," kata Sekda mengakhiri.

Penulis : alfisnardo

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Besok, Suzuki SBT Gelar Pesta Akhir tahun 2017
  • Kas Titipan BI Resmi Beroperasional di Bank Riau Kepri Pasir Pangaraian
  • Bertindak Arogan, Oknum Satpol PP Pekanbaru Halangi Wartawan
  • Rakor Bersama Kades, Camat dan, Instansi Vertikal, Bupati Minta Tingkatkan Pelayanan Publik
  • Persiapan MTQ Riau di Dumai Rampung 60 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved