Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:54 - Bupati Bengkalis Resmikan ...
13:42 - Kabupaten Bengkalis harus ...
11:21 - Tim Ahli Jepang Observasi ...
13:41 - Laka Tunggal di Siak Kecil...
12:58 - Tim Dosen Teknik Perkapala...
11:07 - Bupati Amril: Keterbatasan...
09:23 - Pengurus PMI Periode 2017 ...
22:37 - Besok Pagi, PGRI Bukit Bat...
15:01 - Pemkab Bengkalis Dukung Pe...
15:11 - Jalan Lingkar Pulau Bengka...
12:04 - Terkait Polemik Koperasi B...
16:17 - Menurun dari APBD Perubaha...
13:39 - Lepas 11 Jamah Umroh, Ini ...
13:32 - Sekda Bengkalis Serahkan P...
14:28 - Pencanangan Germas Bengkal...
15:21 - Juara Umum Porprov Riau, B...
12:25 - Juara Umum Dua Kali, Bengk...
10:41 - Bengkalis Miliki Website P...
23:37 - 12 Cabor Capai Target yang...
22:40 - Kunci Emas ke 86, Tim Voli...
 
Misteri Makam Tua di Desa Pangkalan Batang, Lokasi di Hutan Mangrove Tapi Tak Tersentuh Air
Sabtu, 14/10/2017 - 08:45:09 WIB
 Ketua MUI Kab Bengkalis dan jamaah saat ziarah ke makam tua di Desa Pangkalan Batang.
Ketua MUI Kab Bengkalis dan jamaah saat ziarah ke makam tua di Desa Pangkalan Batang.
TERKAIT:

BENGKALIS - Makam misteri ini diberi nama Komplek Pemakaman  area Mangrove Putri Hijau. Letaknya di  RT 0012 RW 003 Dusun Sukajadi, Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis. Dikatakan misteri karena sampai saat ini belum diketahui siapa yang bersemayam di balik makam tersebut.

Lokasi makam yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari laut Selat Bengkalis ini tergolong unik karena walau berada di lokasi hutan mangrove tapi tidak pernah tersentuh air laut. Seakan-akan kondisi wilayah pemakaman yang lebih tinggi dan bertanah liat. Sementara disekitarnya, bahkan di beberapa pemukiman warga yang jaranya lebih dari 500 meter dari laut, tergenangi pasang.

Ada dua kuburan yang seakan memberikan isyarat bahwa di dalam liang lahat itu merupaan orang yang berpengaruh semasa hidupnya. Apakah secara sosial atau mungkin secara spiritual religius.

Makam pertam, nisan dengan ukiran yang seakan cukup indah pada masanya ini berbentuk seperti sebuah limas kerucut, namun di bagian bawahnya terdapat dua lekukan. Sedangkan di bagian depan nisan atas, terdapat sebuah batu alam sebesar  bola kaki yang seakan menjadi sandaran nisan atas.

Selain itu posisi nisan bagian bawah makam ini berbeda dari makam biasanya. Jika umumnya nisan bawah di tancapkan disekitaran ujung kaki, namun nisan pada makam ini ditancapkan sedikit ke atas, tepatnya disekitaran paha atau perut.  Makam ini dipresiksi sebagai pusara seorang tokoh yang berpengaruh dalam bidang sosial kemasyarakatan pada masa itu.

Makam kedua, jika dilihat dari batu nisan, makam ini diperkirakan pusara seorang wanita, namun bisa jadi pada zaman itu tidak demikian. Dengan kata lain, tempat peristirahatan terakhir ini diisi seorang lelaki berpengaruh dalam perkembangan Islam di Bengkalis. Sementara di sekeliling makam ini, terdapat tumpukan batu bata dengan postur  lebih lebar dan panjang dari yang selalu diproduksi saat ini.

Konon, menurut cerita Ismail, warga Desa Pangkalan Batang yang secara sukarela menjadi seorang penjaga Komplek Makam Tua tersebut, mengatakan bahwa makam ini punya keanehan. Jika  tumpukan batu bata di sekitaran makam ini disusun rapi, maka dikemudian hari batu bata tersebut acak-acakan kembali.

“Kami hanya mengira mungkin ini karena ulah monyet yang bermain disekitaran sini. Itu saja,”  ujarnya menjelaskan di hadapan Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H Amrizal, di dampingi Ustadz Ahmad Fadli Saputra Inayaullah dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Madani Nusantara Bengkalis, Suyendri, serta beberapa masyarakat yang berkunjung usai ziarah di Makam Tuan Guru Haji Ahmad yang berlokasi sekitar 700 meter dari Komplek Makam Tua ini, Jum’at (13/10/2017) sore.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, H Amrizal yang terlihat sangat penasaran akan sejarah dan kisah dibalik  Kompleks Makam Tua ini, mengaku akan berusaha semaksimal mungkin mencari referensi yang jelas dan akurat tentang makam-makam ini.

“Berdasarkan keterangan Pak Ismail, sebagai penjaga makam tua ini, bahwa sudah ada beberapa masyarakat yang berziarah ke makam ini. Ada yang dari Jawa Timur, Medan dan Solok, bahkan dari Bengkalis sendiri. Artinya tidak mungkin orang yang berziarah ke makam ini tidak tahu identitas kuburan yang diziarahi.,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, Ismail sebagai penjaga sukarela memang tidak mengetahui identitas kuburan yang ada di Kompleks Makam Tua ini. Ia hanya berusaha menjaga dan membersihkan area makam. Karena dulunya kondisi makam ini sangat memperihatinkan, dipenuhi dengan semak belukar.

“Kami berharap kepada masyarakat yang mengetahui identitas makam tua ini dapat menerangkan kepada kami dan dapat diketahui oleh publik. Tentunya diharapkan agar sejarah yang ada tidak terputus dan hilang ditelan zaman,” pintanya.

Kemudian, disamping MUI berupaya mencari identitas makam tua ini, kiranya Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Daerah, dapat merapikan lokasi tersebut dan menyediakan infrastruktur yang memadai. Karena jika sudah diketahui secara jelas, diharapakan makam ini dapat dijadikan salah satu icon objek wisata religi, di Pulau Bengkalis.

Penulis : Zulkarnaen
Editor : Alfisnardo



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Besok, Suzuki SBT Gelar Pesta Akhir tahun 2017
  • Kas Titipan BI Resmi Beroperasional di Bank Riau Kepri Pasir Pangaraian
  • Bertindak Arogan, Oknum Satpol PP Pekanbaru Halangi Wartawan
  • Rakor Bersama Kades, Camat dan, Instansi Vertikal, Bupati Minta Tingkatkan Pelayanan Publik
  • Persiapan MTQ Riau di Dumai Rampung 60 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved