Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

15:36 - Usai Senam Bersama, Wabup ...
13:25 - Bupati Apresiasi Masyaraka...
12:42 - Terkait Aset Pemkab di Des...
10:49 - Koperasi BBDM Gelar RAT Pe...
16:41 - Lihat Kondisi Faktual, Kab...
15:15 - Tenaga Pendamping Desa Dit...
15:00 - Senin Depan, 136 Pendampin...
16:42 - Dari Izin Gangguan dan IMB...
14:47 - Terkait Pilkada 2018, PNS ...
16:44 - FGD Tahapan Penyusunan RKP...
15:12 - Damkar Tangani 222,91 Ha K...
17:28 - Selama 2017, Kasus Narkoba...
15:57 - Bupati Amril Respon Kerusa...
10:13 - Mau Liburan ke Teluk Lanca...
16:32 - BPBD Tangani 16 Kasus Benc...
11:52 - Selama Desember 2017, 16 B...
15:27 - Pemkab Bengkalis Gencar Ra...
12:54 - Akhir Tahun Berbuah Manis,...
14:25 - Ke Luar Negeri, PNS Bengka...
16:57 - Pengurus Ikatan Pelajar Ma...
 
Abrasi di Bukitbatu Ancam Kehidupan Masyarakat
Kamis, 11/05/2017 - 13:19:07 WIB
TERKAIT:
 
  • Koperasi BBDM Gelar RAT Pertama
  • Akibat Langka, Warga Pakning Berebut Gas Elpiji 3 Kg
  • Camat Apresiasi Peran FWBS Dalam Menunjang Pembangunan Daerah
  •  

    BUKITBATU- Abrasi yang terjadi disejumlah desa di kecamatan Bukitbatu kabupaten Bengkalis terus mengancam kehidupan masyarakat disana, namun upaya penanganan yang dilakukan pemeirntah masih sangat minim. Desa yang sudah terkena abrasi cukup parah diantaranya desa Sepahat,Tenggayun, Parit Satu Api-Api sampai desa Buruk Bakul dan Sungai Selari.

    Pemerhati masalah lingkungan hidup di Bengkalis Tun Ariyul Fikri memaparkan, bahwa abrasi di desa-desa tersebut sudah pada tahap  mengkhawatirkan, bukan lagi sebatas mengikis daratan tapi sudah mengancam rumah dan perkebunan milik masyarakat disana. Gelombang pasang yang datang dari Selat Melaka itu menyisir Selat Bengkalis dan merobohkan pesisir pantai yang ada.

    “Tingkat abrasi di desa-desa bahagian utara kecamatan Buktibatu sudah sangat mengkhawatirkan. Bukan hanya mengancam ekosistem, tapi juga kehidupan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai, sementara langkah kongkrit penanganan dari pemerintah masih jauh dari harapan,”kata Tun Ariyul, Direktur Eksekutif Lingkaran Hijau Bengkalis (LHB), Kamis (11/05/2017).

    Disebutnya, laju abrasi yang terjadi setiap tahunnya rata-rata diatas 10 meter dan sudah menggerus bibir pantai di desa-desa tersebut. Contohnya di desa Sepahat dan Tenggayun, bukan hanya bibir pantai yang sudah amblas kelaut, tapi perumahan masyarakat dan pekuburan warga yang berada di tepi Selat Bengkalis tidak lama lagi bakal diterjang gelombang, bila tidak ditangani secepatnya.

    Kemudian ucap Tun Ariyul, apabila abrasi sudah sampai ke pemukiman warga tidak tertutup kemungkinan jalan lintas yang menghubungkan Sungai pakning ibukota kecamatan Bukitbatu menuju kota Dumai yang melintasi desa-desa tersebut juga berada di dekat pantai atau Selat Bengkalis juga akan runtuh.

    “Pemerintah baik itu kabupaten, provinsi maupun pusat, jangan setengah-setengah dalam penanganan abrasi. Sampai sekarang kitamenilai keseriusan pemerintah melalui budgeting untuk pembangunan turap atau penanaman bibit mangrove kurang maksimal. Pemkab Bengkalis khususnya juga jangan hanya sebatas retorika dalam penanganan abrasi, tapi harus melalui action,”pungkas Tun Ariyul lagi.

    Terpisah, Camat Bukitbatu Reza Noverindra yang dikonfirmasi soal penanganan abrasi di Bukitbatu mengakui kalau sejauh ini masih ada titik atau pesisir pantai rawan abrasi yang belum tersentuh. Tapi pemerintah kabupaten sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penanganan dengan membuat batu pemecah gelombang di daerah rawan abrasi.

    Selanjutnya papar Reza, untuk desa Tenggayun dan Sepahat sudah dibuat tanggul pemecah gelombang, tapi belum menyentuh keseluruhan kawasan yang terkena abrasi. Sedangkan pemerintah kecamatan melalui Musrenbang juga mengajukan usulan pembuatan turap yang dimulai dari desa Buruk Bakul, hingga desa Sepahat di pesisir pantai yang terkena abrasi.

    “Secara bertahap Pemkab Bengkalis sudah mengalokasikan anggaran penanganan abrasi semaksimal mungkin, tapi tidak mungkin dilakukan secara keseluruhan karena membutuhkan biaya yang sangat besar. Kita sendiri di kecamatan selalu mengusulkan pembangunan batu pemecah gelombang, serta melibatkan partisipasi langsung masyarakat melakukan budidaya mangrove,’jelas mantan Sekcam Bengkalis tersebut.

    Penulis : alfisnardo

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Ngaku Buat Koleksi Pribadi, Saat Takut Ditinggal Pacar Video Syur Disebar di Medos
  • Disdik Pastikan Dampak Kebakaran Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar di SMPN 4 Pekanbaru
  • 13 Unit Mobnas Masih di DPRD, Sekda Pekanbaru Layangkan Surat Teguran ke Sekwan
  • Pemkab Kuansing Usulkan 146 Km Ruas Jalan Kabupaten Diambil Alih oleh Pemprov
  • SMA Pradita Dirgantara Terima 150 Siswa Baru dengan Tawaran Beasiswa
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved