Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

14:52 - Dugaan Korupsi ADD, Kades ...
14:41 - Pemerintah Tak Berdaya, Pe...
14:40 - Usulan Ranperda, Pemkab Be...
14:34 - Soal Toko Modern di Bengka...
21:39 - Sekda Bengkalis : Tidak Ha...
21:17 - Terkait Eksekusi Indomaret...
19:35 - Ahli Jawatan Kampung Malay...
16:56 - Panitia MTQ Desa Liang Ban...
13:33 - Kasus SPPD Fiktif Dispenda...
09:58 - Cabuli Istri Tetangga, Aho...
09:09 - BPD Diminta Bekerja Sesuai...
18:06 - Camat Siak Kecil Buka MTQ ...
17:44 - Gara-Gara Blanko Habis, Di...
17:19 - 1 Tahun Lebih Tunggu Hasil...
09:50 - Konflik Nelayan di Bengkal...
09:24 - 3 Gelper di Bengkalis Belu...
22:11 - Sejak Januari Belum Dibaya...
20:50 - Aktifitas Illegal Logging ...
15:12 - Guru Mengaji adalah Pahlaw...
14:34 - Maraknya Isu Penculikan An...
 
Konflik Nelayan di Bengkalis Berkepanjangan, Mediasi oleh DPRD Masih Buntu
Selasa, 21/03/2017 - 09:50:56 WIB

BENGKALIS - Konflik berkepanjangan antara nelayan tradisional jaring rawai dengan jaring kurau (jarring batu/bottom gill net,red) di kecamatan Bantan setakat ini masih belum menemui titik temu. Kedua belah pihak masih brpegang pada alasan masing-masing, termasuk upaya mediasi yang dilakukan DPRD Bengkalis menemui jalan buntu. 

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Bengkalis dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Fakhrul Nizam ST mengaku kalau ia bersama anggota DPRD Bengkalis dari lintas komisi sudah mendatangi kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan di Jakarta menyikapi konflik nelayan yang kembali muncul sejak dua tahun belakangan.

Selain mendatangi kementerian, DPRD Bengkalis juga sudah mengadakan dialog dengan kedua belah pihak nelayan yang saling bertikai. Namun pertemuan yang dilakukan masih belum membuahkan hasil maksimal, karena kedua belah pihak tetap mengacu kepada zona tangkap yang diberlakukan maupun persoalan alat tangkap yang dipergunakan di perairan.

"Langkah mediasi sudah kita lakukan dengan kedua belah pihak terkait sejumlah persoalan yang menjadi pemicu konflik di lapangan khususnya perairan. Tapi belum ada titik temu sejauh ini dan DPRD Bengkalis akan tetap berupaya memediasi pertemuan kedua belah pihak, jangan sampai konflik terluang kembali," ujarnya.

Diharapkannya, konflik panjang antar nelayan itu sendiri sudah mencapai 34 tahun dan harus segera diakhiri. Karena akan menimbulkan kerugian dan perpecahan dikalangan masyarakat nelayan itu sendiri. Apalagi dari kasus terbaru, konflik yang terjadi berujung pembakaran dua kapal nelayan desa Pambang yang justru dilakukan dua kelompok nelayan yang bersebelahan desa didalam satu kecamatan.

"Pertikaian di laut atau dimanapun harus diakhiri. Laut diciptakan Tuhan untuk semua manusia, disanalah para nelayan mengais rezeki untuk kelangsungan hidup keluarga mereka. Jadi jangan kotori lagi laut atau sungai dengan abu pembakaran aapalagi darah tumpah disana, mari kita saling menjaga anugerah Tuhan tersebut dengan mentaati aturan yang berlaku," harap Fakhrul Nizam.

Penulis  : Zulkarnaen
Editor    : Unik Susanti



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pagi Ini Rupiah Dibuka Menguat Tipis
  • Alfedri Harapkan MTQ Bukan Hanya Kegiatan Seremonial
  • Jalan Purwodadi Ujung seperti Kubangan Kerbau, Warga Mengeluh
  • Buruan Update!! Kini Ada Ikon "Jempol ke Bawah" di Facebook Messenger
  • Isu Penculikan Anak Marak, Masyarakat Rohul Diminta Waspada
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved