Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:54 - Bupati Bengkalis Resmikan ...
13:42 - Kabupaten Bengkalis harus ...
11:21 - Tim Ahli Jepang Observasi ...
13:41 - Laka Tunggal di Siak Kecil...
12:58 - Tim Dosen Teknik Perkapala...
11:07 - Bupati Amril: Keterbatasan...
09:23 - Pengurus PMI Periode 2017 ...
22:37 - Besok Pagi, PGRI Bukit Bat...
15:01 - Pemkab Bengkalis Dukung Pe...
15:11 - Jalan Lingkar Pulau Bengka...
12:04 - Terkait Polemik Koperasi B...
16:17 - Menurun dari APBD Perubaha...
13:39 - Lepas 11 Jamah Umroh, Ini ...
13:32 - Sekda Bengkalis Serahkan P...
14:28 - Pencanangan Germas Bengkal...
15:21 - Juara Umum Porprov Riau, B...
12:25 - Juara Umum Dua Kali, Bengk...
10:41 - Bengkalis Miliki Website P...
23:37 - 12 Cabor Capai Target yang...
22:40 - Kunci Emas ke 86, Tim Voli...
 
Kapolda Riau Himbau Warga Bengkalis Waspadai 5 M
Jumat, 17/03/2017 - 13:21:29 WIB
Kapolda Riau menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Alhakim yang diterima oleh ketua pengurus masjid H Hermizon.
Kapolda Riau menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Alhakim yang diterima oleh ketua pengurus masjid H Hermizon.
TERKAIT:

BENGKALIS - Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara mengatakan saat ini masyarakat dihadapkan dengan penyakit masyarakat (pekat) yang dikenal dengan 5 M. Untuk itu, masyarakat agar selalu mewaspadai 5 M, yakni Minum (minuman keras), Madat (narkoba), Madon (prostitusi), Main (perjudian) dan Maling (pencurian).

Demikian diungkapkan Irjen Pol, Zulkarnaen Adinegoro, di hadapan jamaah shalat Subuh di Masjid Al Hakim, Jumat (17/3/2017). Diterangkannya, M pertama adalah tentang maraknya minuman keras di daerah ini. Miras merupakan penyakit masyarakat yang ada sejak dulu, dan sangan sulit untuk dibasmi. Oleh karena itu, umat Islam diminta untuk selalu menjaga anggota keluarga dan lingkungan masyarakat agar terhindar dari minuman keras.

Kemudian M kedua, yakni madat atau narkoba. Diterangkan, polisi yang ahli berpantun ini, kasus narkoba di Provinsi Riau tergolong tinggi. Pada tahun 2016 lalu mencapai 1.477 kasus dengan jumlah tersangka 1.500 orang. Kabupaten Bengkalis menempati urutan kedua, dengan jumlah 56 kasus dan 67 orang.

Menurut Kapolda, persoalan kasus narkoba sangat meresahkan masyarakat, korbannya pada seluruh strata, bahkan anggota kepolisian ikut terlibat. Pada tahun 2015, terang Zulkarnaen, sebanyak 136 polisi terlibat kasus narkoba, jika terbukit sebagai pengedar konsekwensinya dipecat, sedangkan pemakai akan dilaukan pembinaan agar bisa berubah.

“Aparat kepolisian itu ibarat penyapu. Jika sabunya kotor, sulit untuk membersihkan lantainya. Makanya kita akan bertindak tegas terhadap polisi yang terlibat,” ungkap Kapolda.

Secara geografis Kabupaten Bengkalis yang berada di kawasan terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan perairan internasional, sangat rentan masuknya barang haram tersebut. “Untuk itu, kami mengajak segenap elemen di Kabupaten Bengkalis untuk selalu waspada,” tandasnya.

Selanjutnya M ketiga, yakni madon (prostitusi). Persoalan pekat prostitusi, meski sudah ada sejak lama, namun umat Islam diminta untuk selalu waspada. Terlebih-lebih saat ini, seiring kemajuan informasi dan teknologi, transaksi prostitusi semakin cangih. Seperti terungkapnya kasus prostitusi online Pekanbaru, menunjukan bahwa penyakit ini sudah sangat meresahkan.

“Tidak hanya jual sepatu dan barang kebutuhan lainnya dijual lewat online, tapi kini prostitusi online sudah merambah kampung kita. Tragisnya, sindikatnya merupakan jaringan internasional,” tandasnya.

Lebih lanjuat Kapolda menerangkan tentang M keempat, yakni main atau perjudian. Terkait dengan penyakit masyarakat ini, Irjen Pol Zulkarnaen tidak main-main, akan menindaktegas siapa saja yang terlibat. Mengingat, perjudian akan marak apabila mendapat “restu” dan dipelihara oleh oknum aparat. “Misalnya, Kapolres dapat setoran. Naudzubillah, tapi Kapolres Bengkalis baik. Kalau ada atau mengetahui ada keterlibatan oknum polisi, silakan lapor. Biar saya suruh dari Polda untuk operasi,” tandasnya.

Sedangkan M kelima, adalah maling atau kasus pencurian. Untuk meminimalisir tindak pidana pencurian alias maling, Irjen Pol Zulkarnaen menghimbau kepada masyarakat untuk mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di masyarakat. Langkah ini penting, selain untuk menjaga keamanan juga sebagai upaya untuk meningkatkan silaturahmi antar masyarakat.

Sebleum mengakhiri, Kapolda juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspad dengan keberadaan kelompok-kelompok intoleren. Kelompok dengan mengatasnamakan ideologi maupun agama tertentu. Jika hal ini ditemukan dilaporkan, maka Zulkarnaen mengimbau agar berkoordinasi dan menyampaikan kepada aparat kepolisian.
 
Penulis : Zulkarnaen
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Suparman: Usia PGRI sudah Tua Tapi Kesejahteraannya Belum Merata
  • Bupati Bengkalis Resmikan Balai Penyuluhan Kampung KB Resam Lapis
  • Gelar Pertemuan dengan PWI, Kapolres Kuansing Bahas Perkembangan Pers Daerah
  • Diskes Butuh Rp 21 M untuk Fisik RSUD Pekanbaru dan Rp 30 M untuk Alkes
  • Kapolda Riau Tegaskan Bakal Sanksi Tegas Jika Kedapatan Curang di Pemilu 2018
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved