Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

15:04 - Bupati Amril Minta Sertifi...
17:24 - Kejurprov Panjat Tebing Ri...
16:21 - Buah Komitmen Selama Ini, ...
13:27 - Polsek Siak Kecil Bekuk Pe...
12:31 - Diduga Sebagai Kurir Narko...
21:47 - Terkait Izin Berlayar ,UPP...
21:41 - Terkait Izin Berlayar Kapa...
18:13 - Pelalawan Belajar ke Bengk...
15:57 - Evaluasi Pemberantasan Kor...
09:56 - Pompa Air Baku Rusak, Dis...
14:52 - Wabup Muhammad Buka Malam ...
16:49 - Ajang Strategi Bagi Instit...
16:33 - Jelang Porprov Kampar, Kon...
16:12 - Soal 3 Ranperda, Bupati Am...
15:38 - Ketua PN Bengkalis Ingatka...
16:47 - SK CPNS GGD Bengkalis Dita...
16:14 - Berbagai Kegiatan Meriahka...
15:45 - Penguntil Jok Sepeda Motor...
15:06 - Rekanan Kirim Sanggahan Ko...
14:26 - Total JCH Bengkalis 404 Or...
 
Warga Bengkalis Resah, Banyak "Hantu" Pinang Berkeliaran
Minggu, 17/01/2016 - 16:11:17 WIB

BENGKALIS - Pasca harga ojol (karet,red) jeblok sejak beberapa tahun terakhir, kini sebagian masyarakat petani beralih ke buah pinang. Si buah berwarna merah itu menjadi primadona sejak beberapa bulan terakhir, bagaimana tidak per 1 Kg pinang kering dihargai Rp20 ribu (saat ini turun berkisar Rp16-18 ribu).

Kendati tidak ada masyarakat yang berkebun khusus pohon pinang dengan jumlah yang besar, setidaknya pohon yang ditanam di belakang atau sekeliling rumah bisa menjadi penawar duka ketika ojol tidak lagi berharga. Seiring harga pinang yang menggiurkan, para pemilik mulai dibuat resah. Pasalnya, para "hantu" pinang kering mulai bergentanyangan, bukan saja mengutil buah pinang yang berjatuhan di bawah batang, tapi juga mencuri buah pinang yang sedang dijemur atau bahkan buah pinang yang berada di kedai-kedai penampung.

"Dulu buah pinang memang kurang dipandang, tapi sejak beberapa bulan terakhir buah pinang jadi idaman. Sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir banyak warga yang mengeluh buah pinang mereka dikebas maling, bukan hanya mengutip yang berjatuhan, yang sudah diolah atau dijemurpun diembat," ujar Firdaus warga Kembung Luar.

Seperti diceritakan Firdaus, beberapa minggu lalu salah satu kedai yang membeli pinang warga menjadi sasaran maling. Puluhan kilogram pinang hasil penjualan warga setempat ludes dikebas maling. Nasib serupa juga dialami warga lainnya, belasan kilogram pinang yang hampir kering yang berada di dalam rumah juga dicuri maling.

"Walau harga sudah agak turun menjadi Rp 16-20 ribu perkilo, tapi masih cukup menggiurkan, makanya masih menjadi incaran empuk maling. Terlebih musim sulit seperti ini, harga ojol tidak menjanjikan seperti dulu lagi, pinanglah menjadi sasaran mereka," keluh Firdaus.

Sejumlah warga pemilik pinang kini dibuat was-was, jika sebelumnya buah pinang baik yang belum dibelah atau yang sudah dijemur dibiarkan saja di halaman rumah, kini terpaksa diangkut ke dalam rumah. "Kalau sebelumnya kita biarkan saja di jemuran pinang di halaman rumah, sekarang harus dimasukkan ke dalam rumah. Mending kita amankan sebelum diamankan maling," ujar Tugimah.

Penulis  : Zulkarnaen
Editor    : Unik Susanti



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Naswan Optimis Desa Pangkalan Indaruang Teraliri Listrik PLN
  • Peserta Bakal Calon Penghulu Siak Wajib Bisa Baca Alquran
  • XL Axiata Hadirkan Paket Khusus di Tanah Suci
  • Lakukan Aktivitas PETI di Kuansing, Lima Warga Asal Pati Jateng Ditangkap Polisi
  • JCH Indonesia Diminta Waspada Wabah Kolera di Yaman
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved