Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

17:02 - Diduga Bea Cukai Bengkalis...
16:12 - Kasus Penjualan Buku Silum...
15:28 - Tiga Desa di Bengkalis Bat...
12:56 - Hanya 3 Kapal Roro yang Be...
12:11 - Kembangkan Minat Baca, Des...
15:46 - Kondisi MB Mulai Keropos, ...
15:26 - Plt Disdik Bengkalis Belu...
16:31 - Guru Madrasah Bengkalis Be...
13:10 - Bupati Amril Minta Warga J...
18:26 - Kepsek di Kabupaten Bengka...
15:57 - Tahun Ini, Dermaga II BSSR...
12:52 - Senin, DPRD Kuansing Gelar...
12:49 - Jelas Pilkades Serentak, K...
17:00 - AKN Bengkalis Jadi Referen...
16:18 - Pertama Kali di Indonesia,...
14:29 - Cegah Penyimpangan Dana, 1...
11:49 - Terkait Status Terpidana E...
17:54 - Kadis DLH Motivasi THL Bek...
15:19 - Pedagang Bengkalis Diminta...
09:05 - Rekam Jejak Istri-Istri Bu...
 
Pemkab Bengkalis Mulai Evaluasi Honorer untuk "Dirumahkan"
Selasa, 12/01/2016 - 17:08:52 WIB

BENGKALIS - Rencana untuk "merumahkan" para tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) mulai ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi. Saat ini, proses evaluasi sedang berjalan yang dikoordinir oleh Asisten Administrasi Umum dan diharapan tuntas sebelum kegiatan 2016 berjalan.

"Kita perkirakan akan tuntas sebelum kegiatan tahun 2016 dimulai nanti," ujar Kabag Humas Setdakab Bengkalis, Johansyah Syafri saat ditanya terkait tindaklanjut rencana merumahkan para tenaga honorer di lingkungan Setdakab Bengkalis, Selasa (12/1/2016).

Dikataka, ratusan honorer yang bakal dinonaktifkan ini adalah sebuah konsekuensi dalam pekerjaan. Keputusan itu diambil bukan berdasarkan sentimen atau kepentingan pribadi maupun kekuasaan. Namun, lebih pada tujuan untuk mengefisienkan keberadaan honorer lewat data base dan ASN yang sudah ada.

Terlebih lagi dalam sebuah pekerjaan, sambung Johan, ada  reward (penghargaan) dan punishment (sanksi). Kalau memang tenanga honorer ini tidak lagi dibutuhkan, maka pemberhentian perpanjangan kontrak dapat dilakukan, agar tidak membebani anggaran daerah.

"Keinginan untuk merumahkan ini adalah untuk honorer yang masuk dalam suatu kegiatan dari bagian tertentu. Sedangkan untuk honorer dari data base, sejauh ini tidak ada persoalan dan tetap akan diperpanjang masa kontraknya," sambung Johan.

Untuk diketahui, hal semacam ini, juga berlaku di Pelalawan, Siak dan kabupaten/kota lainnya. Tujuannya adalah sama, yakni mengurangi beban anggaran, serta untuk lebih mengefektifkan tenaga honorer maupun ASN yang sudah ada.

"Persoalan pemberhentian honorer ini, sejatinya bersifat normal dan wajar. Terlebih honorer sifatnya adalah kontrak, maka jika tidak dibutuhkan, sewaktu-waktu tenaga honorer ini bisa berhentikan," ujarnya lagi.

Penulis : Zulkarnaen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Harimau Sumatra Kembali Mengancam Nyawa Penduduk Inhil
  • Masuki Bulan Suci Ramadan, Warga Town Site 2 Jalin Silaturahim
  • SK Terlambat Dikirim, 13 Guru di Kuansing Tak Nikmati Tunjangan Sertifikasi
  • Kakek di Meranti Gantung Diri di Kamar, Lidahnya Terjulur
  • Diduga Bea Cukai Bengkalis Main Mata, Pemilik Rokok Ilegal Tidak Diketahui
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved