Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

17:06 - Soal Penghargaan Adipura, ...
15:45 - DPRD Bengkalis Minta Dishu...
15:08 - Pembiaran Terhadap Indomar...
12:02 - Tuntut Hak dan Merasa Dipe...
10:37 - Diduga Kayu Illegal Loggin...
16:40 - DLH Bengkalis Diminta Buat...
13:39 - Puskesmas di Bengkalis Dim...
18:49 - Aster Game Diduga Belum Mi...
15:28 - Dua Kali Mangkir, Polres B...
15:27 - Program Air Minum Durolis ...
12:38 - MTQ Kecamatan Bukit Batu, ...
06:15 - Korupsi Dana Desa di Bengk...
15:18 - Jalanan Semrawut, Kadishub...
15:08 - Parkir Sembarangan, Lalu L...
14:55 - Pemkab Bengkalis Didesak M...
21:15 - Terkait Personil ULP Bengk...
20:32 - Dinahkodai Pangoloi Tampub...
10:02 - Soal Sengketa Perolehan Su...
21:52 - Soal Isu Penculik Anak di ...
16:08 - Assessment Belum Dilaksana...
 
Petani Karet Harapkan Uluran Tangan Pemerintah
Minggu, 22/02/2015 - 19:56:06 WIB
<font size="2">Petani Karet Harapkan Uluran Tangan Pemerintah </font>
Petani Karet Harapkan Uluran Tangan Pemerintah
TERKAIT:

BENGKALIS - Nasib petani karet di pulau Bengkalis saat ini benar-benar memprihatinkan. Sejak harga karet turun 2014 lalu, sampai sekarang tak juga menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Perbaikan nasib yang diharapkan petani karet sepertinya hanya sebatas mimpi yang sulit terwujudkan.

"Menanam pokok karet ini awalnya memang saya cita-citakan untuk biaya pendidikan anak saya kelak. Tapi kenyataan yang dihadapi sekarang, jangankan untuk biaya pendidikan, untuk dapat menggantungkan hidup dari hasil menoreh sekarang sudah sulit. Harga karet tak pernah naik bahkan cenderung terus menurun. Sekarang harga karet hanya Rp.5.000-6.000 perkilogram," ujar salah seorang petani karet Nuriyah Minggu (22/2/2015).

Dikatakan, walau menoreh dilakukan pagi petang, hasil dari menjual karet tetap tak dapat diharapkan. Bayangkan saja katanya, kalau misalnya dari menoreh seminggu hanya dapat terkumpul 10 kg, uang yang dihasilkan hanya 60 ribu. "Sementara untuk kebutuhan satu hari setidaknya 50 ribu. Harga karet perkilo hanya dapat untuk beli beras 1/2 kg," katanya.

Senada dengan Nuriyah, petani lainnya Badar juga mengeluhkan tak pernah membaiknya harga karet. Sementara di daerah ini kebanyakan yang diandalkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah dari menoreh karet. "Macam mana kehidupan petani karet bisa membaik, jika harga karet anjlok terus," keluhnya.

Ia juga merasa heran kenapa tak ada uluran tangan pemerintah dalam membantu petani karet khususnya dalam menstabilkan harga karet. "Saya memang tak tahu persis, apakah dalam menentukan harga karet ini pemerintah tak bisa ikut campur. Kalau misalnya memang tak bisa, setidaknya ada upaya lain dari pemerintah untuk petani sehingga hasil karet bisa kami andalkan untuk kehidupan kami," ucap Badar lagi.

Kepala Disperindag Bengkalis Fauzi sebelumnya pernah mengungkapkan jika Pemkab Bengkalis sudah sangat berkeinginan membantu petani karet. Salah satunya dengan menganggarkan dana talangan di APBD untuk membeli karet petani dengan harga disesuaikan dengan harga 1 kg beras.

"Ada memang wacana pemkab untuk mencari solusi rendahnya harga karet dan membantu petani dengan menyiapkan dana talangan. Tapi saya kurang tahu persis apakah dana talangan yang sebelumnya direncanakan dianggarkan di APBD 2015 itu terealisasi atau tidak. Karena penganggarannya di setda," ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi untuk program membeli karet petani tersebut tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya gudang untuk menampung karet yang dibeli. "Persoalannya kan tak sebatas menyiapkan anggaran saja. Tapi tentu harus dipikirkan juga hilir dari setelah membeli karet itu," ujarnya.

Penulis  : Zulkarnaen
Editor    : Unik Susanti


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 20 Ertiga Diesel Hybrid Telah Dipesan Selama Maret
  • Tahun Ini 3.979 Siswa SMA Sederajat di Kuansing Bakal Ikuti UN
  • Soal Penghargaan Adipura, Bengkalis Masih Tunggu Hasil Penilaian
  • Ada Orang Kaya Masuk Data Fakir Miskin, Laporkan!!
  • KUA PPAS Kuansing Tanpa Paraf Ketua Tim TAPD, Kok Bisa?
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved