Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" /> Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" />
Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

14:04 - Awas ! Politik “Devide E...
13:44 - Bawa Sabu ke Lapas, IRT A...
18:51 - Bupati Keluarkan SE Cuti B...
16:17 - ‎Lapas Bengkalis Usulkan...
14:09 - Malam Ini, Bupati Amril Bu...
11:45 - Pembentukan Disetujui Gubr...
06:48 - Jelang Lebaran, RSUD dan P...
19:37 - DPD PAN Bengkalis Gelar Bu...
17:06 - Agustus, Bengkalis Terima ...
06:27 - Bengkalis Siapkan 9 Posko ...
23:26 - Karhutla di Tanjung Leban,...
21:05 - Dugaan Korupsi Proyek Gedu...
16:40 - Baznas Bengkalis Salurkan ...
15:09 - Berikan Rasa Aman, Polres ...
14:56 - Jelang Mudik Lebaran, Bupa...
21:41 - Terkait Dugaan Korupsi Pro...
14:16 - Kelola Potensi Zakat, STIE...
15:51 - Bupati Amril Minta Masyara...
20:20 - Penjualan Buku Siluman, Po...
19:56 - Dinilai Ugal-ugalan, Mobdi...
 
Petani Bengkalis Keluhkan Harga Karet Tak Kunjung Membaik
Minggu, 11/01/2015 - 09:22:59 WIB

PEKANBARU - Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir, di mana saat ini harga karet di tingkat pengepul hanya Rp6.500 per kilogram.

"Sudah lebih dari setahun harga karet jatuh dan hingga kini sepertinya belum ada tanda tanda akan mengalami kenaikan," kata salah seorang petani karet, Erfan Setiawan seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan selama ini para petani karet akan menyimpan hasil sadapan mereka jika harganya turun dan akan menjualanya kembali ketika harga karet kembali normal.

"Biasanya harga karet bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, dan ketika harga turun kami akan menyimpannya dan menjual kembali saat harganya kembali membaik, namun untuk saat ini hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena jatuhnya harga karet sudah lebih dari setahun," katanya.

Kemudian hal ini semakin diperparah dengan naiknya harga sembako akibat pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu. "Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi, harga sembako terus meroket, elpiji juga naik, sedangkan harga karet terus tidak mengalami perbaikan," ujar Erfan.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Sutikno, bahwa harga karet yang terus menurun membuat dirinya harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Anak anak sudah mulai masuk sekolah, ditambah efek banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sejumlah pohon karet menjadi rusak, kemudian harga yang tidak kunjung membaik," katanya.

Baik Sutikno maupun Erfan berharap kepada pemerintah agar secepatnya untuk mengambil langkah guna memperbaiki harga karet, karena menurut mereka cukup banyak petani karet seperti mereka yang menggantungkan hidup sebagai petani karet.

Editor  : Unik Susanti


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Anak di Bawah Umur Dipaksa Layani Pria Hidung Belang, Ibu Paruh Baya Ditangkap Polisi
  • Apresiasi untuk Para Retailer Produk, XL Axiata Gelar Mudik Bareng
  • Sat Sabhara Polresta Pekanbaru Gencarkan Patroli Premanisme dan Kejahatan C3
  • 8.000 Orang Mudik Bareng Telkomsel lewat Jalur Darat, Laut, dan Udara
  • Pemerintah Diminta Ciptakan SDM Hadal untuk Pekanbaru Smart City
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved