Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" /> Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" />
Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

21:36 - Camat Bukit Batu Lepas Paw...
15:38 - Agenda Tahunan, FWBS Sant...
15:02 - Festival Malam 27 Ramadan,...
22:25 - Laka lantas di Desa Api-ap...
14:13 - Layani Arus Mudik dan Bali...
15:31 - Antisipasi Meningkatnya Ar...
16:44 - Sidang Dugaan Politik Uang...
23:09 - Sidang Dugaan Politik Uang...
20:16 - Bupati Amril : Di Bulan Ra...
15:15 - OPD Diresahkan Ulah Oknum ...
22:21 - Terkait Putusan Sela, PH ...
21:10 - Hasil Putusan Sela, Hakim...
16:47 - JPU Pastikan Dakwaan Nur A...
14:49 - Muncul Wacana Colok Dinyal...
21:34 - KPK Bawa Barang Bukti Hasi...
19:59 - KPK Temukan Rp1,9 Milliar ...
17:20 - Terkait Penggeledahan Rumd...
13:55 - KPK Geledah Rumah Dinas Bu...
10:52 - Kades Dompas Pimpin Upacar...
22:26 - Dakwaan JPU Dinilai Tak Pe...
 
Petani Bengkalis Keluhkan Harga Karet Tak Kunjung Membaik
Minggu, 11/01/2015 - 09:22:59 WIB

PEKANBARU - Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir, di mana saat ini harga karet di tingkat pengepul hanya Rp6.500 per kilogram.

"Sudah lebih dari setahun harga karet jatuh dan hingga kini sepertinya belum ada tanda tanda akan mengalami kenaikan," kata salah seorang petani karet, Erfan Setiawan seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan selama ini para petani karet akan menyimpan hasil sadapan mereka jika harganya turun dan akan menjualanya kembali ketika harga karet kembali normal.

"Biasanya harga karet bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, dan ketika harga turun kami akan menyimpannya dan menjual kembali saat harganya kembali membaik, namun untuk saat ini hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena jatuhnya harga karet sudah lebih dari setahun," katanya.

Kemudian hal ini semakin diperparah dengan naiknya harga sembako akibat pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu. "Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi, harga sembako terus meroket, elpiji juga naik, sedangkan harga karet terus tidak mengalami perbaikan," ujar Erfan.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Sutikno, bahwa harga karet yang terus menurun membuat dirinya harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Anak anak sudah mulai masuk sekolah, ditambah efek banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sejumlah pohon karet menjadi rusak, kemudian harga yang tidak kunjung membaik," katanya.

Baik Sutikno maupun Erfan berharap kepada pemerintah agar secepatnya untuk mengambil langkah guna memperbaiki harga karet, karena menurut mereka cukup banyak petani karet seperti mereka yang menggantungkan hidup sebagai petani karet.

Editor  : Unik Susanti

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sekdakab Inhil Hadiri Halal Bi Halal dan Deklarasi Milad Kecamatan GAS
  • Jalur Sumbar-Riau Macet, Payakumbuh-Bukittinggi Empat Jam Lebih
  • Prihatin Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, LE-Hardianto Janji Kuatkan Pendidikan Luar Sekolah
  • Cagub Lukman Edy Prihatin dengan Rendahnya Kesejahteraan Guru di Riau
  • 6,2 Kg Sabu Diamankan Polairud dari Tersangka Narkoba di Siak
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved