Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" /> Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir" />
Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

13:25 - Bupati Apresiasi Masyaraka...
12:42 - Terkait Aset Pemkab di Des...
10:49 - Koperasi BBDM Gelar RAT Pe...
16:41 - Lihat Kondisi Faktual, Kab...
15:15 - Tenaga Pendamping Desa Dit...
15:00 - Senin Depan, 136 Pendampin...
16:42 - Dari Izin Gangguan dan IMB...
14:47 - Terkait Pilkada 2018, PNS ...
16:44 - FGD Tahapan Penyusunan RKP...
15:12 - Damkar Tangani 222,91 Ha K...
17:28 - Selama 2017, Kasus Narkoba...
15:57 - Bupati Amril Respon Kerusa...
10:13 - Mau Liburan ke Teluk Lanca...
16:32 - BPBD Tangani 16 Kasus Benc...
11:52 - Selama Desember 2017, 16 B...
15:27 - Pemkab Bengkalis Gencar Ra...
12:54 - Akhir Tahun Berbuah Manis,...
14:25 - Ke Luar Negeri, PNS Bengka...
16:57 - Pengurus Ikatan Pelajar Ma...
13:28 - Bupati Amril Mukminin Kelu...
 
Petani Bengkalis Keluhkan Harga Karet Tak Kunjung Membaik
Minggu, 11/01/2015 - 09:22:59 WIB

PEKANBARU - Sejumlah petani karet di Bengkalis mengeluhkan harga karet yang tidak kunjung membaik sejak setahun terakhir, di mana saat ini harga karet di tingkat pengepul hanya Rp6.500 per kilogram.

"Sudah lebih dari setahun harga karet jatuh dan hingga kini sepertinya belum ada tanda tanda akan mengalami kenaikan," kata salah seorang petani karet, Erfan Setiawan seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan selama ini para petani karet akan menyimpan hasil sadapan mereka jika harganya turun dan akan menjualanya kembali ketika harga karet kembali normal.

"Biasanya harga karet bisa mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram, dan ketika harga turun kami akan menyimpannya dan menjual kembali saat harganya kembali membaik, namun untuk saat ini hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena jatuhnya harga karet sudah lebih dari setahun," katanya.

Kemudian hal ini semakin diperparah dengan naiknya harga sembako akibat pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu. "Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi, harga sembako terus meroket, elpiji juga naik, sedangkan harga karet terus tidak mengalami perbaikan," ujar Erfan.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Sutikno, bahwa harga karet yang terus menurun membuat dirinya harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

"Anak anak sudah mulai masuk sekolah, ditambah efek banjir yang terjadi beberapa waktu lalu membuat sejumlah pohon karet menjadi rusak, kemudian harga yang tidak kunjung membaik," katanya.

Baik Sutikno maupun Erfan berharap kepada pemerintah agar secepatnya untuk mengambil langkah guna memperbaiki harga karet, karena menurut mereka cukup banyak petani karet seperti mereka yang menggantungkan hidup sebagai petani karet.

Editor  : Unik Susanti

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Cegah Penyakit Difteri, Kapolres Kuansing dan Personel Disuntik Vaksin
  • UIR dan UR Tuan Rumah Simposiun Internasional Tiga Negara
  • Tudingan Tanpa Beralasan, Kordinator GMRB Minta Maaf kepada Aspidsus Kejati Riau
  • Heboh, Ketua DPRD Rohil Kuasai 3 Unit Mobdin Mewah
  • Berkas Perkara 15 Tersangka Dugaan Korupsi RTH Rampung Bulan Depan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved