Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
 
+ INDEX BERITA

16:59 - Terapung 1 Jam di Laut, 1...
16:33 - Komisi III Minta Dispenda ...
16:08 - 150 Sarana Pelayanan Keseh...
09:24 - SKPD Didesak Serahkan Daft...
23:18 - PT BLJ Sukses Bukukan Laba...
19:28 - Virus Serang Data LPSE Ben...
19:24 - Asiik.. Juni Mendatang Hon...
14:40 - Kapal Bermuatan Sayur dan ...
11:53 - 7 Dokumen Lelang RSUD Beng...
22:28 - Kantor Camat Bukit Batu Di...
16:16 - Sejumlah Baliho di lokasi ...
16:12 - Bupati Bengkalis Buka MTQ ...
09:50 - Gapeknas Minta Perbub Pena...
17:23 - Ribuan Warga Bengkalis Tum...
17:13 - Bupati Bengkalis Lantik 71...
15:51 - Selama MTQ Bengkalis, BPB...
13:42 - Kinerja DPRD Bengkalis Dip...
11:38 - Dishubkominfo akan Evaluas...
20:40 - PAD Sektor Parkir Bengkali...
16:34 - Bos APMS Bengkalis Maki Wa...
 
Kelangkaan BBM di Bengkalis
Diduga Adanya Permainan Ditingkat APMS
Kamis, 05 Juli 2012 - 15:54:24 WIB

TERKAIT:
 
  • Bos APMS Bengkalis Maki Wartawan
  • Polisi Selidiki Pihak Lain dalam Kasus Mitan Ilegal
  • Pertamina Ancam Cabut Izin SPBU Nakal
  •  

    BENGKALIS - Hingga Kamis (5/7) premium di pulau Bengkalis masih mengalami kelangkaan ditingkat pengecer. Sementara itu, pendistribusian dari APMS ke konsumen hanya berlangsung selama setengah hari, begitu pasokan BBM masuk melalui penyeberangan kapal ferry roro, sehingga kalangan masyarakat menduga kuat telah terjadi permainan.
             
    Pengamat masalah pembangunan di Bengkalis, Herry Jaya, mengatakan kelangkaan BBM di Bengkalis kemungkinan disebabkan adanya permainan ditingkat Agen Premium, Minyak Tanah dan Solar (APMS) dalam hal pendistribusian. Ia
    bahkan menduga, permainan yang dimaksud adalah BBM khususnya jenis premium tidak masuk ke pulau Bengkalis sesuai dengan kuota atau delivery order (DO) yang ditebus APMS ke depot Pertamina di Pekanbaru.
             
    "Ada indikasi BBM jenis premium dijual di daerah lain, bisa saja untuk kepentingan industri.Akibatnya pasokan yang masuk ke pulau Bengkalis hanya setengah dari DO yang ditebus oleh APMS, sehingga kelangkaan atau kekurangan BBM sering terjadi belakangan ini, dan merugikan konsumen,"ungkap Herry, memberikan alasan adanya permainan
    ditingkat APMS.

    Disambungnya juga bahwa kalau kuota BBM yang ditebus oleh APMS ke Pertamina jumlahnya cukup banyak, sehingga mustahil pasokan menjadi minim dan warga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bensin di beberapa APMS.

    Hal lain yang menyebabkan seringnya terjadi kelangkaan adalah lemahnya pengawasan, serta tidak adanya tindakan
    dari Pemkab Bengkalis terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terhadap pengelola APMS.
             
    "Kalau hal tersebut tetap dibiarkan, maka kelangkaan premium di pulau Bengkalis akan lebih sering lagi terjadi. Dampaknya adalah pengusaha memperkaya diri, kemudian masyarakat konsumen menanggung akibatnya, dari kelangkaan yang terjadi,"papar Herry menambahkan.
             
    Pendapat lain soal kelangkaan premium juga disampaikan oleh Said Busra Mufrizal, pengurus MPC Pemuda Pancasila (PP) kabupaten Bengkalis. Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan premium adalah petugas pengisian BBM di APMS di Bengkalis diduga bermain dengan pedagang eceran. Para pedagang eceran tersebut mengisi BBM ke drum
    atau jerigen yang dibawa dalam satu hari berulang kali di APMS.
             
    "Saya bisa buktikan bahwa petugas pengisian BBM di APMS diduga bermain dengan pedagang eceran. Indikasinya sangat jelas, pedagang eceran berulang kali melakukan pengisian premium di APMS dalam satu hari membawa jerigen,"tegas Said Busra mencontohkan.(Alf)

    Komentar (0 Komentar)


    Isi Komentar :
    Nama :
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Karier
        © 2011-2013 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved