Bensin Kosong, Pertamax Menghilang
BBM Kembali Langka di Bengkalis
Senin, 02 Juli 2012 - 17:41:16 WIB
BENGKALIS - Sejak dua hari terakhir ini, bensin di pulau Bengkalis kosong total di Agen Premium, Minyak Tanah dan Solar (APMS) serta pedagang eceran di kota Bengkalis hingga kecamatan Bantan.
Tidak hanya bensin, Pertamax yang menjadi pilihan alternatif warga-pun ikut menghilang, sehingga sampai Senin
(2/7) siang warga kesulitan mendapatkan BBM.
Pantauan langsung disejumlah pedagang eceran disejumlah ruas jalan di kota Bengkalis, tidak lagi menjual bensin ataupun Pertamax. Apabila biasanya bensin kosong, pedagang eceran menjual Pertamax ke konsumen, khususnya pemilik kendaraan bermotor dengan harga sekitar Rp 13 ribu perliter atau Rp 256 ribu untuk dua liter Pertamax.
Kekosongan bensin dan Pertamax itu terlihat di pedagang eceran di jalan Ahmad Yani, jalan Antara, jalan Hangtuah dan lainnya.
Salah seorang pedagang eceran BBM di kota Bengkalis, Ahong mengaku bahwa semua pasokan bensin dan Pertamax di kiosnya sudah ludes diserbu pembeli sejak Minggu (1/7) lalu. Sedangkan bensin, sejak hari Sabtu (30/6) juga sudah menipis karena pendistribusian BBM agak tersendat, akibat berkurangnya alokasi ke APMS.
"Bensin dan Pertamax di kios saya sudah terjual semuanya. Apalagi pada hari Minggu pendistribusian BBM ke pulau Bengkalis tidak ada. Saya juga tidak tahu penyebab kekosongan BBM ini,"ujar Ahong.
Menanggapi seringnya terjadi kelangkaan BBM di pulau Bengkalis, Kepala Dinas Perindag melalui kepala bidang perdagangan dalam negeri Alfakhrurazy yang dikonfirmasi membenarkan adanya kekosongan bensin, sejak dua hari lalu. Akan tetapi ungkapnya, Senin kemarin pasokan BBM sudah masuk kesemua APMS di pulau Bengkalis.
Dipaparkan Razy, delivery order (DO) premium (bensin) untuk pulau Bengkalis setiap bulannya adalah 1.165 Kilo Liter (KL) setiap bulannya, setara dengan 1,1 juta liter.Untuk bulan Juni lalu, DO yang tersalurkan ke APMS oleh Depot Pertamina Pekanbaru berjumlah 1.115 KL. Hal itu disebabkan sisa alokasi DO untuk APMS Abdullah Sani sebanyak 50 KL (50 ribu liter,red) belum tersalurkan.
"Sebenarnya pendistribusian BBM khususnya premium ke pulau Bengkalis berjalan dengan lancar. Hanya saja pada bulan Juni lalu, DO untuk APMS Abdullah Sani sebanyak 50 KL belum tersalurkan, sehingga kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kekosongan premium di APMS dan pengecer,"papar Razy.(Zul)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :