Persiapan Pembayaran Honorer Kemenag Kembali Data Jumlah Guru
Kamis, 16 Februari 2012 - 15:51:58 WIB
BENGKALIS – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkalis melakukan pendataan kembali terhadap jumlah guru honor madrasah, hal ini dilakukan agar proses pembayaran honor tahun 2012 benar-benar tepat sasaran. Berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini proses pembayaran honor guru madrasah langsung dibayarkan oleh Kemenag.
Kepala Kemenag Kabupaten Bengkalis, H Jumari kepada wartawan mengatakan, proses pendataan sedang berlangsung dan diharapkan sudah selesai dalam minggu-minggu ini. Jumari berharap, proses pendataan sudah selesai menjelang dannya cair, sehingga honor bisa langsung dibayarkan.
"Kita tetap mengacu kepada data lama yang sudah di-SK- kan sebelumnya. Apa yang kita lakukan adalan merevisi kembali data tersebut karena informasi yang kita terima ada guru yang sudah berhenti tapi honornya tetap dibayar. Kemudian ada pula yang sudah meninggal dan lain sebagainya," ujar Jumari kepada mrnetwork.
Terkait dengan dana untuk pembayaran honor, Jumari menegaskan tetap berasal dari APBD Kabupaten Bengkalis. Namun, diserahkan pengelolaannya ke Kemenag dalam bentuk hibah. Selanjutnya, Kemenag membayarkannya ke masing-masing guru dengan jumlah honor sesuai dengan SK Bupati Bengkalis.
"Sebenarnya Pak Bupati berkeinginan kuat untuk membantu para guru madrasah ini. Namun, karena dibatasi oleh peraturan yang berlaku, maka untuk guru honor di bawah Kemenag Bengkalis, proses pembayarannya tidak dilakukan oleh Dinas Pendidikan seperti tahun lalu, melainkan oleh Kemenag,"kata Jumari, Kamis (16/2).
Kemenag sendiri sambung Jumari tidak mempersoalkan mekanisme itu, karena yang terpenting adalah Pemkab memiliki itikad baik untuk membantu para guru di lingkungan Kemenag. Harapan Kemenag, sambung Jumari, bantuan alokasi dana untuk honorer tersebut semakin meningkat setiap tahunnya sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para guru.(Zul)
Komentar (6 Komentar)
@ suyendri, 28 Februari 2012 | 18:56:42 WIB Andaikan para pejabat dan masyarakat di bengkalis melihat fakta di lapangan, bagaimana keluh kesah guru TPQ MDA, tentu sudah lama sejantera guru2 itu. Renungkan! Ada puluhan ribu anak yg mengaji tiap sore. Guru2 tpq hanya menerima 100 ribu sebulan. Ini bukan sekedar masalah praturan tapi masalah KEPEDULIAN kita selaku Muslim kpd perkembangan Islam yg sgt rendah.
@ suyendri, 28 Februari 2012 | 19:04:50 WIB TPQ dan MDA adalah ujung tombak perkembangan Islam ke depan. Sulit menemukan anak2 bks mengaji tiap hari kecuali di sana. Guru2 begitu ikhlas mengajar tapi rendah wawasan, mereka butuh edukasi bukan cuma uang, mereka butuh perhatian dari kita semua, karena mereka ingin juga dihargai sebagaimana guru2 formal yg lain.
@ suyendri, 28 Februari 2012 | 19:13:51 WIB Guru2 TPQ MDA dan pengajian anak2 di rumah2 butuh perhatian bukan hanya sekedar kesejahteraan. Belasan tahun mereka tidak teredukasi. Alasan klasik masalah dana. Dulu nabi menyebarkan Islam ga bicara Dana, tapi bicara kemauan dan azam membangun umat. Kemajuan Islam tentu bukan hanya tanggungjwab pemda tapi kepedulian kita semua, semoga masih ada harapan, amin
@ suyendri, 28 Februari 2012 | 19:15:04 WIB Guru2 TPQ MDA dan pengajian anak2 di rumah2 butuh perhatian bukan hanya sekedar kesejahteraan. Belasan tahun mereka tidak teredukasi. Alasan klasik masalah dana. Dulu nabi menyebarkan Islam ga bicara Dana, tapi bicara kemauan dan azam membangun umat. Kemajuan Islam tentu bukan hanya tanggungjwab pemda tapi kepedulian kita semua, semoga masih ada harapan, amin
@ lulu, 28 Oktober 2012 | 11:16:19 WIB guru juga manusia pak........
@ Imam mahmudi, 28 April 2013 | 13:36:37 WIB Hargai gurunya dgn apa yg kita punya.
Isi Komentar :